Oleh Rihad pada hari Rabu, 18 Mar 2020 - 10:56:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Takut Tertular Corona, Orang Berebut Ingin Tes Swab. Apa itu?

tscom_news_photo_1584503777.jpg
Ilustrasi Laboratorium (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ada fenomena masyarakat ramai-ramai datang ke rumah sakit untuk mengikuti tes Swab. Banyak yang kecewa karena ternyata pihak rumah sakit tidak melayani tes ini untuk semua orang.

Melihat fenomena ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan tidak semua pemeriksaan kesehatan COVID-19 harus dengan tes swab. Masyarakat tidak perlu panik jika tidak diambil sampel lendir pada saluran pernapasannya.

"Bahwa pemeriksaan Swab untuk COVID-19 harus ada indikasinya dan atas permintaan dokter. Tidak kemudian masing-masing perlu minta sendiri-sendiri," kata Yuri di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Tes swab COVID-19 merupakan pengambilan sampel lendir di saluran pernapasan untuk menguji ada tidaknya virus corona pemicu infeksi pernapasan pneumonia akut.

Yuri mengatakan saat ini pemerintah berupaya untuk memperbaiki sistem pemeriksaan termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak panik. "Oleh karena itu, kita tata kembali sistem yang sudah ada ini mudah-mudahan kita bisa menangani ini dengan sistematis tanpa kepanikan dan tanpa kegaduhan yang lain," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Yuri mengajak masyarakat tetap disiplin untuk dapat menghindarkan diri dari penularan COVID-19, salah satunya dengan menghindari kerumunan.

"Kita harus mematuhi betul apa yang menjadi arahan pemerintah belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah. Ini yang harus kita maknai secara mendalam bahwa ini tujuannya mengurangi kemungkinan terjadinya kontak erat di kelompok banyak orang di kerumunan, kemudian di tempat umum. Karena kita tahu di sinilah kerawanan-kerawanan sebaran," katanya.

"Biasakan cuci tangan dengan sabun, kemudian kalau batuk pilek gunakan masker, cukupi kebutuhan asupan gizi dan aktivitas fisik serta isrirahat yang cukup. Ini penting karena inilah yang menjawab permasalahan kita bersama bukan dengan kepanikan dan bukan dengan mempercayai berita yang tidak benar," kata dia.


Cara Tes Swab

Tes Swab merupakan proses pengambilan sampel lendir yang sudah dipraktekkan di beberapa pemeriksaan di luar Corona.

Dalam kasus Corona, lendir diambil dari saluran pernapasan. Caranya dengan mengusap tenggorokan melalui mulut dan hidung.

Hal ini karena corona sama seperti flu, yaitu menyerang saluran pernapasan. Sampel yang telah dikumpulkan akan disimpan di dalam tabung atau botol steril, dan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. Setelah tiba di laboratorium, sampel akan diuji dengan prosedur RT-PCR. Apabila hasil tes tersebut mengatakan terdapat virus corona di dalamnya, para peneliti pun harus melakukan pengecekan ulang agar hasilnya bisa dikatakan valid. Umumnya hasil tes corona dengan metode RT-PCR akan keluar dalam waktu kurang dari 24 jam.

tag: #corona  #info-lengkap-corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Lainnya
Berita

Respons Tarif Impor ala Trump, Legislator Demokrat Minta Pemerintah Manfaatkan Ruang Negosiasi

Oleh Fath
pada hari Jumat, 04 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Zulfikar Suhardi berharap, pemerintah tidak reaktif dan  lebih mengantisipasi dampak dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald ...
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...