Oleh Givary Apriman pada hari Jumat, 12 Jun 2020 - 09:44:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Sudah Dibekali Perppu Nomor 1 Tahun 2020, Demokrat Minta Pemerintah Lebih Efektif Menangani Pandemi COVID-19

tscom_news_photo_1591923738.JPG
Syarief Hasan (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan langkah pemerintah dalam penanganan Pandemi COVID-19.

Karena sampai saat ini, pandemi corona di Indonesia belum menemukan titik akhir penyebaran kasus terkontaminasi di Indonesia.

Pasalnya, pemerintah telah melakukan banyak langkah dengan segala cara, namun belum ada penurunan angka positif yang signifikan.Namun, laju pertambahannya juga bukan berkurang, melainkan malah bertambah banyak.

Padahal Pemerintah yang dibekali dengan PerppuNomor1 Tahun 2020 telah menyiapkan dan mengeluarkan banyak anggaran dalam penanganan virus corona.

Syarief mengatakan kalau pemerintah harus lebih berperan aktif dalam menangani pandemi corona yang sampai saat ini masih meresahkam masyarakat.

“Pemerintah harus berperan aktif untuk menekan laju penambahan kasus harian dengan berbagai kebijakan dan kemampuan yang dimiliki bukan membuat kebijakan yang kontraproduktif," kata Syarief ketika dihubungi, Kamis (11/06/2020).

Wakil Ketua MPR RI fraksi Demokrat ini juga berharap kalau pemerintah bisa belajar banyak dari Korea Selatan yang melakikan pembatasan secara ketat diawal pandemi.

“Harusnya Pemerintah banyak belajar dari negara lain seperti Korea Selatan. Mereka melakukan pembatasan dengan ketat di awal Pandemi. Kini mereka kembali membuka berbagai kegiatan setelah benar-benar terjadi penurunan kasus secara signifikan yakni hanya 20 kasus penambahan dalam sepekan," ujarnya.

"Walaupun mereka membuka pusat-pusat ekonomi dan sosial, mereka tetap menjalankan protokoler kesehatan dengan tegas," sambungnya.

Syarief menuturkan selain pemerintah belajar dari Korea Selatan, pemerintah juga bisa belajar dari negara seperti Jepang atau Selandia Baru dalam menangani pandemi corona.

Menurutnya, dampak penanganan pandemi corona yang dilakukan oleh negara tersebut berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat di negara tersebut.

"Pandemi dengan cepat dan tepat? DPR dan MPRtelah membantu penyelesaian Covid-19 melalui fungsi pengawasan dan fungsi legislasi dengan meloloskan PERPPUNoMOR1 Tahun 2020 sehingga kita dapat berharap Pemerintah bekerja dengan baik," tuturnya.

Anggota Majelis tinggi DPP Partai Demokrat ini menegaskan kalau pekerjaan rumah pemerintah tidak mudah untuk menyelesaikan pandemi corona.

Iapun mengaku sangat prihatin dengan keadaan pemerintah saat ini karena menurut lembaga Deep Knowledge Group, Indonesia berada di urutan 97 dari 100 negara teraman dari pandemi corona di dunia.

"Hal itu (Indonesia berada di urutan 97 dari 100 negara teraman di dunia), Sungguh kondisi yang memprihatinkan," tegasnya.

Syarief berharap pemerintah dapat menjadi barometer dalam menyelasaikan pandemi corona akrena telah mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk menangani wabah.

“Pemerintah harus menjadi pemeran utama dalam penyelesaian masalah sebab Pemerintah memiliki power dan anggaran bukan menunggu masalah selesai dengan sendirinya," pungkasnya.

tag: #partai-demokrat  #mpr  #corona  #perppu-covid-19  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

Ketua Fraksi PKS Soal Serangan Iran: Israel Biang Kerok Konflik dan Instabilitas Dunia

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 16 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyesalkan eskalasi konflik Timur Tengah yang memanas akibat serangan drone-drone dan rudal balistik Iran ke wilayah (pendudukan) Israel. ...
Berita

Arus Balik Lebaran, KAI Catat 47 Ribu Orang Masuk Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat jumlah penumpang yang masuk Jakarta pada arus balik Lebaran hari ini, Senin (15/4/2024), mencapai 47.613 orang. Angka ini meningkat ...