Oleh Rihad pada hari Minggu, 06 Sep 2020 - 14:21:14 WIB
Bagikan Berita ini :

Guru Besar Unair Terpapar, Meski Tidak Tangani Pasien Covid-19

tscom_news_photo_1599376874.png
Ilustrasi proses pemakaman jenazah (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Boediwarsono, meninggal dunia akibat corona (Covid-19). Anggota Gugus Kuratif COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril menyebut almarhum dimakamkan dengan protokol kesehatan. Meski begitu Jibril belum mengetahui persis apakah almarhum Boedi positif COVID-19 atau tidak. "Kalau dari protokolnya ya COVID-19. Masih kita konfirmasi detailnya," katanya.

Ketua IDI Surabaya dr Brahmana menyatakan, Boediwarsono meninggal pada usia 75 tahun. Selain Covid-19 ia juga disebut memiliki penyakit penyerta atau komorbid. "Positif Covid-19, iya ada komorbid. Usia 75 tahun," kata Brahmana, Minggu (6/9).

IDI Surabaya kembali kehilangan salah satu dokter terbaik, mudah-mudahan yang terakhir, tidak ada lagi korban dokter yang sampai meninggal," ujarnya.

"Dirawat di RS Darmo Surabaya, sejak 25 Agustus, dua minggu jalan. Tadinya masuk di ruang isolasi biasa kemudian karena memburuk akhirnya di ICU, dengan ventilator," katanya.

Sebelum meninggal, Boediwarsono yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam ini tak langsung menangani pasien Covid-19. Ia hanya berpraktik di RS Darmo dan sejumlah tempat lainnya.

Kendati tak langsung menangani pasien Covid-19, Brahmana mengatakan seluruh dokter memiliki risiko yang tinggi terhadap penularan corona. Mereka bisa tertular di mana saja.

"Beliau masih praktik aktif sebagai dokter penyakit dalam, salah satunya di RS Darmo. Tapi tidak langsung bertugas di ruang isolasi Covid-19. Tapi namanya dokter semua paparan bisa dapat dari mana saja, tidak melulu di ruang isolasi," ujarnya.

Semasa hidup, menurutnya, Boediwarsono memiliki dedikasi yang luar biasa. Di usianya yang tak lagi muda, mendiang telah menelurkan ribuan murid di seluruh Indonesia.

"Beliau Guru Besar yang sangat luar biasa, beliau sangat telaten kalau ngajar murid-muridnya, beliau mudah memberikan pemahaman ke murid-muridnya, beliau itu dokter yang sangat luar biasa, sudah menelurkan muridnya di seluruh Indonesia," katanya.

Atas gugurnya Boediwarsono, IDI Surabaya pun menyampaikan duka yang mendalam. Ia berharap kejadian ini yang terakhir dan tak ada lagi dokter yang menjadi korban Covid-19.

tag: #perppu-covid-19  #dokter  #meninggal  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

Produksi Minyak Nasional Terus Turun, Komisi VII DPR Minta Evaluasi menyeluruh SKK Migas

Oleh Fath
pada hari Sabtu, 20 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menilai kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kinerjanya tidak ...
Berita

Ini Alasan Pembubaran PT NDK Menutup Kepentingan Pihak Lain

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Nusantara Dua Kawan atau yang disingkat NDK resmi bubar. Pembubaran perusahaan ini sebelumnya sempat ramai di demo oleh sekelompok orang dengan tuduhan dugaan NDK ...