Oleh Aswan pada hari Minggu, 24 Okt 2021 - 10:22:58 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Mari Kita Lawan Mafia PCR, Jangan Biarkan Drakula Hisap Keuangan Rakyat

tscom_news_photo_1635045778.jpeg
Pengamat Politik, Fernando EMaS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-Beberapa hari ini publik sedang disuguhkan informasi mengenai rencana pemerintah yang akan mewajibkan kepada penumpang pesawat untuk menggunakan tes PCR. Tentunya sangat wajar kalau kebijakan tersebut ditentang oleh berbagai pihak dan kalangan termasuk Puan.

Demikian disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS begitu ia disapa saat menanggapi tes PCR Covid-19 sebagai syarat naik pesawat yang kini jadi sorotan masyarakat bahkan Ketua DPR RI Puan Maharani dan berbagai kalangan menentang akan kebijakan tersebut.

"Saya sangat setuju dengan pendapat Ketua DPR tersebut yang mempertanyakan kebijakan menggunakan tes PCR untuk naik pesawat," kata Fernando EMaS kepada wartawan, Minggu(24/10/2021).

Pengamat Politik ini meminta Presiden Jokowi harus mengambil sikap yang tegas dan berpihak pada rakyat atas kebijakan yang diambil para pembantunya tersebut.

" Presiden Jokowi jangan membiarkan mafia PCR memanfaatkan keadaan dengan bekerjasama dengan pembantunya yang menentukan kebijakan tersebut. Semua para pembantu Jokowi harus membantu Presiden untuk memulihkan ekonomi setelah terkendalinya pandemi covid-19 di Indonesia," jelasnya.

Fernando menambahkan, kalau memang harus menggunakan tes PCR, sebaiknya Presiden membuat kebijakan agar harga PCR sama harganya seperti harga swab antigen yaitu dibawa harga seratus ribu rupiah.

"Kita semua harus sama-sama melawan mafia PCR yang ingin meraup keuntungan ditengah kesulitan masyarakat dan pemerintah yang akan kembali menata dan memulihkan ekonomi. Jangan kita biarkan "drakula" penghisap keuangan rakyat berkeliaran untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri tanpa memperhatikan penderitaan rakyat," pungkasnya.

tag: #pcr  #covid-19  #fernando-emas  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement