Bisnis
Oleh Wiranto pada hari Kamis, 09 Des 2021 - 23:50:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Penjelasan Kementerian Keuangan tentang Besarnya Utang Indonesia

tscom_news_photo_1639068602.jpg
Gedung Kementerian Keuangan (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2021, menyatakan.penambahan utang pemerintah dan biaya bunga telah melampaui pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan penerimaan negara.

Selain rasio utang, BPK juga menuliskan rasio utang terhadap PDB melampaui batas yang direkomendasikan IMF dan/atau International Debt Relief (IDR).

Adapun rasio angsuran utang terhadap penerimaan sebesar 46,77 persen melampaui rekomendasi IMF sebesar 25-35 persen. Artinya penerimaan negara dalam satu tahun yang dipakai untuk membayar hutang pokok plus bunganya mencapai 46,77 persen atau hampir separo penerimaan.

Sementara rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan sebesar 19,06 persen, juga melampaui rekomendasi IDR sebesar 4,6-6,8 persen dan rekomendasi IMF sebesar 7-10 persen

Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo menjelaskan duduk perkara versi pemerintah.

Yustinus menjelaskan di 2020, rasio utang pemerintah mencapai 39,4 persen dari PDB, naik 9,2 persen dibandingkan 2019. Dia bilang pemerintah tetap hati-hati.

"Penambahan utang dan biaya bunga telah direncanakan hati-hati setiap tahun, melalui perhitungan yang terintegrasi dengan rencana penerimaan dan belanja dalam APBN.

Angka anggaran kemudian disepakati dan/atau dikonsultasikan dengan DPR RI.

Rasio utang terhadap PDB tetap terjaga di bawah 60 persen PDB," tulis Yustinus seperti dikutip dari akun Twitternya, Kamis (9/12).

Diakui defisit APBN selama tahun lalu juga melebar menjadi 6,1 persen terhadap PDB.

Yustinus menyebut, angka ini masih lebih rendah dibandingkan India yang mencapai 12,3 persen, China 11,4 persen, Jepang 12,6 persen, Inggris 13,4 persen, dan AS 15,8 persen.

Pelebaran defisit itu membuat rasio utang pemerintah di tahun lalu itu meningkat.

Namun menurutnya, rasio utang terhadap PDB Indonesia juga masih rendah dari negara lain.

Pada 2020, India memiliki rasio utang 89,6 persen di 2020 atau naik 15,7 persen, China 66,8 persen, Inggris mencapai 103,7 persen, Amerika Serikat 127,1 persen..

tag: #utang-pemerintah  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Bisnis Lainnya
Bisnis

Gelar JMRC, BSMR Ingatkan Industri Jasa Keuangan Nasional Hadapi Ketidakpastian Kompleks

Oleh Robby Akbar
pada hari Senin, 10 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Dinamika lanskap perekonian global dan nasional 2026 ini, sektor jasa keuangan menghadapi ketidakpastian yang kompleks. Mulai eskalasi geopolitik, akselerasi transformasi ...
Bisnis

Hari Buruh dan Ujian Kepemimpinan Nasional: Saatnya Akselerasi Reformasi Ketenagakerjaan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Momentum peringatan Hari Buruh Internasional pada hari ini 1 Mei 2026 mesti dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan atau ruang artikulasi tuntutan rutin pekerja. ...