Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 05 Des 2023 - 16:07:20 WIB
Bagikan Berita ini :

PDIP: Ganjar Pranowo Tengah Dihadang 'Pagar Betis' Oligarki dan Kelas Borjuis

tscom_news_photo_1701767240.jpg
Darmadi Durianto Politikus PDI-P (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Dibandingkan bakal calon presiden (bacapres) lainnya, jalan yang harus dilalui Ganjar Pranowo tidaklah mudah. Penuh rintangan dan hadangan.

Mulai dari dugaan intimidasi yang ditujukan ke sejumlah kader PDIP (datangi kantor) pencopotan baliho hingga adanya indikasi melemahkan basis-basis suara di Jawa Tengah melalui beragam manuver yang diduga dilakukan kekuatan oligarki.

Tentu hal ini menjadi satu PR besar bagi PDIP dan parpol pendukung lainnya dalam menghadapi jalan terjal yang harus dilalui.

Demikian hal tersebut disampaikan Politikus PDIP, Darmadi Durianto saat menanggapi adanya beragam dugaan intervensi terhadap bacapres-bacawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

"Oligarki tengah membangun pagar betis hanya untuk menjegal, menghadang bacapres kami, semua simpul-simpul yang memiliki ikatan emosional, historical, ideologis dengan kami coba dilumpuhkan dengan macam-macam cara oleh mereka. Tentu cara-cara semacam ini terlalu vulgar untuk dipertontonkan kepada publik. Sejatinya kompetisi harus dibangun dengan penghormatan terhadap nilai-nilai fairness, etika dan moral tapi semua itu dicampakkan mereka yang alam bawah sadarnya sudah diliputi ketakutan," tandas Bendahara Megawati Institute itu, Selasa (05/12/2023).

Darmadi menegaskan, bagi PDIP menghadapi rintangan semacam itu bukanlah hal baru.

"Kami (PDIP) sudah teruji menghadapi dan melawan beragam bentuk ketidakadilan yang ditimpakan kepada kami (melawan rezim orba dulu). Modal atau pengalaman inilah yang jadi spirit kami untuk tetap konsisten berjuang bersama rakyat bukan dengan oligarki dan kaum Borjuis tamak," tegasnya.

Darmadi menyadari, bacapres Ganjar Pranowo tidak memiliki sokongan dari para pemilik modal.

"Modal kami adalah dukungan rakyat. Kami tidak ingin calon pemimpin disandera kepentingan oligarki dan kaum Borjuis. Memenangkan hati rakyat jauh lebih penting ketimbang memenangkan kepentingan kaum oligarki," sindirnya.

Darmadi mengaku khawatir jika salah satu capres yang terindikasi kuat dekat dengan kekuasaan saat ini memenangkan kontestasi pilpres 2024.

"Saya cemas jika mereka yang menang, cemas karena mereka bisa dikatakan sebagai kelompok penganut paham humanisme evolusioner. Humanisme evolusioner adalah sebuah gerakkan yang cenderung menegasikan eksistensi kelompok lainnya alias mereka menganggap bahwa kelompok mereka paling unggul dari berbagai aspek. Ini berbahaya karena dunia sudah mencatat betapa mengerikannya kelompok penganut humanisme evolusioner ketika merengkuh tampuk kekuasaan," jelas dia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement