Oleh Bachtiar pada hari Selasa, 17 Agu 2021 - 11:43:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Situasi Afghanistan Memburuk, DPR Desak Pemerintah Evakuasi WNI di Sana

tscom_news_photo_1629175382.jpg
Farah Puteri Nahlia Politikus PAN (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia mendesak agar Pemerintah Indonesia melakukan langkah evakuasi terhadap warga negara Indonesia yang masih berada di Afghanistan saat ini.

Desakan ini disampaikannya mengingat situasi dan kondisi Afghanistan pasca kejatuhan rezim Ashraf Ghani oleh para pejuang Taliban yang semakin tidak menentu.

"Segera evakuasi WNI di Afghanistan jika terjadi eskalasi keamanan disana sebagai upaya perlindungan WNI di luar negeri. Lakukan monitoring dan koordinasi intensif dengan duta besar di Kabul untuk membuka posko evakuasi bagi WNI," saran Farah kepada wartawan, Selasa (17/08/2021).

Selain itu, Farah juga meminta agar Pemerintah melakukan pendataan yang akurat terhadap jumlah WNI baik yang terdata maupun tidak dengan rencana kontijensi yang memuat langkah-langkah pengamanan WNI.

"Pastikan mereka dalam keadaan aman dan penuhi kebutuhan mereka sampai bantuan untuk evakuasi datang. Karena keselamatan WNI merupakan prioritas pemerintah Indonesia," tegasnya.

Farah juga berharap agar situasi dan kondisi keamanan di Afghanistan bisa kembali normal dan semua pemangku kepentingan di sana bisa menyelesaikan konflik dengan mengedepankan prinsip kepentingan bersama untuk bangsa dan negaranya.

"Saya mengharapkan penyelesaian konflik tetap dapat dilakukan dengan mengedepankan kepentingan rakyat Afghanistan dalam perdamaian dan melibatkan seluruh pihak internal di Afghanistan. Karena perdamaian dan stabilitas adalah hal yang sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional," ucapnya.

Diketahui, kekacauan terjadi di Bandara Internasional Kabul pada hari ini ketika warga Afghanistan membanjiri landasan menyusul peristiwa yang mengkhawatirkan bagi Afghanistan dengan hari pertama pemerintahan Taliban di negara itu.

Penarikan pasukan Amerika Serikat setelah 20 tahun konflik tanpa henti, menyebabkan pemerintah runtuh dalam beberapa hari, sementara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pergi atau kabur meninggalkan negara tersebut.

Memburuknya situasi keamanan di Afghanistan membuat sejumlah negara mengevakuasi staf kedutaan dari Kabul.

Diantaranya Amerika Serikat yang menyiapkan 5 ribu pasukan untuk membantu kepulangan diplomat dan warga Afghanistan yang memiliki visa khusus.

Kemudian langkah serupa juga dilakukan Finlandia yang akan mengevakuasi hingga 130 pekerjanya di Afghanistan. Lalu, Jerman juga akan mengurangi staf diplomatiknya di Kabul.

Serta Denmark dan Norwegia yang akan menutup sementara kantor kedutaan mereka di ibu kota Afghanistan.

tag: #afghanistan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

MK Jamin Tak Ada Deadlock saat Pengambilan Keputusan Sengketa Pilpres

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 18 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Mahkamah Konstitusi (MK) menjamin tidak akan ada deadlock dalam pengambilan putusan sengketa Pilpres 2024. Saat ini, Hakim Konstitusi masih melaksanakan rapat ...
Berita

Pemprov DKI Jakarta Apresiasi Bank DKI Penyumbang Dividen Terbesar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Badan BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono menyampaikan apresiasi atas kontribusi Bank DKI sebagai Badan Usaha Milik ...