Berita
Oleh M Anwar pada hari Senin, 14 Agu 2017 - 12:32:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Kicauan Kocak Kaesang Versus Dosen Pembimbing Utama yang Bikin Heboh

68kaesang_20170814_094139.jpg
Kaesang Pangarep (Sumber foto : Dok Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Hal menggelikan terjadi ketika kicauan Kaesang Pangarep dikritik akun Twitter @PEMBIMBINGUTAMA. Ini berawal dari kicauan putra bungsu Presiden Joko Widodo tersebut ketika mempromosikan kaos @sangjavas di akun jejaring sosial Twitternya, @kaesangp, Sabtu (12/8/2017).

"Monggo di order kaosnya di @sangjavas," cuit Kaesang sambil mengunggah foto dirinya mengenakan kaos tersebut.

Siapa sangka, kicauan Kaesang dikritik oleh akun @PEMBIMBINGUTAMA yang biasa melontarkan kicauan-kicauan jenaka. Akun tersebut 'menyentil' penulisan ejaan yang salah dalam kicauan Kaesang. "SEHARUSNYA DIORDER BUKAN DI ORDER. ANDA PERLU BELAJAR DI INSTITUT," cuit akun @PEMBIMBINGUTAMA.

Tak dinyana, kritikan @PEMBIMBINGUTAMA itu dijawab lagi oleh Kaesang. Kali ini, Kaesang minta ampun. "AMPUN PAK DOSEN," kicau Kaesang.

Percakapan ini semakin menggelikan ketika netizen 'nimbrung' dan menyentil balik 'Dosen Pembimbing Utama' itu.

@narkosun: @PEMBIMBINGUTAMA Seharusnya hurufnya tidak besar semua, karena huruf besar diibaratkan lapar.

@haruleni: @PEMBIMBINGUTAMA bapak juga perlu belajar utk ga selalu pakai huruf kapital kalau ngetwit

@galjipvt: @PEMBIMBINGUTAMA BELAJAR TIDAK HARUS DI LEMBAGA RESMI. ANDA PERLU MENGOREKSI PERNYATAAN ITU. OH YA, AKHIR KALIMAT HARUS DIBERI TITIK. CEK SEMUA TWEET ANDA.

@wawanmonyot: @PEMBIMBINGUTAMA Di medsos perlu penulisan yang tepat juga ya pak Dosen? Berarti pak Dosen perlu belajar juga, belajar nulis huruf kecil.

@mawanto: @PEMBIMBINGUTAMA Kesalahan anda: 1) Huruf kapital semua 2) Kata 'DIORDER' disambung, harusnya di-order (italic) 3) Mengakhiri kalimat terakhir tanpa titik.

@vnzavach: @PEMBIMBINGUTAMA Waduh waduh pak Bambang minta diboikot dari Endonesah. (aim)

tag: #kaesang-pangarep  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
Dompetdhuafa X TS : Qurban
advertisement