Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Selasa, 19 Mei 2015 - 23:37:23 WIB
Bagikan Berita ini :

Ratna Sarumpaet Kesal dengan Jokowi: Apa Perlu Kita Revolusi?

12ratna-sarumpaet.jpg
Ratna Sarumpaet (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet merasa jengah dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Jokowi bukan kaliber pemimpin yang mampu menata negara dengan baik.

"Saya berpikir Jokowi itu pemimpin yang bodoh," sebut Ratna saat menjadi pembicara diskusi dan pernyataan sikap ‎politik 'Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Joko Widodo' di Warung Komando, Tebet, Jakarta, Selasa (19/5/2015).‎

Di bawah kemimpinan Jokowi terjadi banyak kemunduran yang dialami negara. Bahkan, Ratna mengatakan Jokowi tidak mampu membangun mekanisme kerja yang produktif bagi kabinetnya. (Baca: Ini Cara Menggulingkan Jokowi dari Kursi Presiden)

"Contohnya itu Pertamina. Pembubaran Petral itu sama saja. Itu hanya kedok aja. Saya tahu banyak tentang persoalan-persoalan di Pertamina itu karena anak saya kerja di salah satu perusahaan yang ada hubungannya dengan Pertamina. Lihat juga itu pembubaran PSSI. Pembubaran itu bahasa nggak pantas," ketus dia.

Sebagai aktivis, ia mengaku tidak tahu lagi harus seperti apa menanggapi keadaan saat ini, akibat kegagalan pemerintahan Jokowi-JK dalam mengelola negara.

"Saya nggak tahu lah. Apa perlu kita Revolusi?," tandasnya.(yn)

tag: #jokowi  #kinerja jokowi  #ratna sarumpaet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...