Berita
Oleh Yunan Nasution pada hari Jumat, 22 Mei 2015 - 08:28:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Biar Tak Gaduh, SBY Sebaiknya Laporkan Menteri ESDM ke Polisi

51SBY_1.jpg
Susilo Bambang Yudhoyono (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan mengambil jalur hukum terkait tudingan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said soal pembubaran Petral agar polemik tersebut tak berkepanjangan.

"NKRI negara hukum. Kalau SBY merasa difitnah, perkarakan saja Sudirman Said. Kan bisa bikin laporan pidana ke Mabes Polri dan Kejaksaan Agung. Bila tidak, persepsi publik bisa berbalik memojokkan SBY," kata Juru Bicara Jaringan '98 Lampung Ricky Tamba dalam keterangan tertulis yang diterima TeropongSenayan, Jumat (22/5/2015).

Menteri ESDM menyatakan bahwa usulan pembubaran Petral sebenarnya sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya. Namun, hal itu selalu mentok di meja presiden kala itu yakni SBY.

Di sisi lain, lanjut Ricky, Sudirman Said harus memberi bukti bahwa dirinya serius membenahi masalah migas Indonesia. Dan peralihan Petral ke ISC Pertamina tidak menjadi bahan bancakan baru seperti pesimisme sebagian kalangan. "Jangan hanya kambinghitamkan rezim SBY," ujarnya.

Ricky berharap berbagai kegaduhan yang terjadi saat ini segera diakhiri. Sebab pemerintah harus fokus memikirkan berbagai persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Reshuffle gak perlu diributkan, biar gak gaduh terus, bikin rakyat muak dan stabilitas ekonomi terganggu. Harapan kami, presiden memanggil seluruh menteri untuk briefing dan kursus khusus tentang Trisakti Bung Karno, Nawacita dan bahaya neoliberalisme yang merajalela saat ini. Menteri yang dinilai presiden masih 'geblek' gak nyambung ya diganti demi stabilitas kehidupan ekonomi-politik bernegara," pungkasnya.(yn)

tag: #sby  #menteri esdm  #pembubaran petral  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan PP TUNAS sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 23 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menggelar ...
Berita

Nurul Arifin: Penguatan Ideologi Pancasila Menjadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi ...