Oleh Rihad pada hari Sabtu, 19 Jun 2021 - 08:05:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Biar Tidak Bepergian, ASN Dilarang Cuti Memanfaatkan Hari Kejepit

tscom_news_photo_1624064748.jpg
Ilustrasi ASN (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Akibat lonjakan Covid-19, hak cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) ditiadakan sementara. Sudah menjadi kebiasaan, ASN cuti di hari sela-sela libur resmi agar bisa menikmati liburan panjang. Kali ini tidak memungkinkan.

"ASN itu sesuai ketentuan mempunyai hak cuti per orang. Tetapi, kami putuskan demi kemaslahatan dalam pandemi COVID, ini bahwa hak cuti untuk ASN itu untuk sementara ditiadakan. pengertian ditiadakan jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan selasa libur, nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Jadi dilarang," kata Tjahjo dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6).

Pemerintah telah menggelar konpers yang dihadiri Menko PMK Muhadjir Effendy, Menag Gus Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, termasuk Tjahjo. Konpers ini mengumumkan SKB 3 Menteri yang menggeser dua hari libur di dan menghapus 1 cuti bersama, yakni:

-Libur tahun baru Islam yang jatuh pada Selasa 10 Agustus diubah menjadi Rabu 11 Agustus 2021

-Libur Maulid Nabi Muhammad dari Selasa 19 Oktober diubah menjadi Rabu 20 Oktober 2021

-Cuti bersama Natal 2021 pada tanggal 24 Desember 2021 ditiadakan

"Kedua, juga kami menyampaikan pada rapat ke Pak Menko PMK, bahwa istilah cuti bersama itu tidak ada. Semua konsentrasi untuk kemaslahatan masyarakat, bahwa semua untuk menjaga kesehatan masyarakat dari pandemi COVID," jelas dia.

Sementara itu, Tjahjo menekankan SE MenpanRB Nomor 67 tahun 2020 tengah Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Tatanan Normal Baru masih berlaku.

"Mohon izin di luar konteks ini bahwa SE MenpanRB No. 67 masih berlaku. Tidak ada tutup enggak ada. Karena pelayanan masyarakat harus tetap jalan, tapi masing masing kementerian, lembaga dan Pemda sesuai zona merah di daerah sebagaimana yang diputuskan oleh Satgas maupun Keputusan Daerah," terang dia.

"Itu kementerian bisa 50 persen kerja di kantor dan di rumah, 75 persen kerja di rumah, 25 persen di kantor. Karena pandemi COVID munculnya dari luar perkantoran," imbuh dia.

Pada kesempatan yang sama, Menaker Ida Fauziyah Ida mengatakan aturan baru mengenai libur dan cuti bersama di 2021, termasuk cuti ASN tersebut akan diteruskan ke daerah. Yakni dengan merilis Surat Edaran ke gubernur hingga wali kota.

"Jadi kami sepakat perlu melakukan ikhtiar untuk menghindarkan penyebaran COVID-19 yang lebih masif. Setelah adanya penandatanganan 3 SKB Menteri ini, kita akan menindaklanjutinya dengan memberikan SE kepada perusahaan-perusahaan melalui gubernur dan wali kota," terang dia.

tag: #asn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

Produksi Minyak Nasional Terus Turun, Komisi VII DPR Minta Evaluasi menyeluruh SKK Migas

Oleh Fath
pada hari Sabtu, 20 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menilai kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kinerjanya tidak ...
Berita

Ini Alasan Pembubaran PT NDK Menutup Kepentingan Pihak Lain

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Nusantara Dua Kawan atau yang disingkat NDK resmi bubar. Pembubaran perusahaan ini sebelumnya sempat ramai di demo oleh sekelompok orang dengan tuduhan dugaan NDK ...