Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 14 Jun 2015 - 14:14:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Politikus PDIP Ini Sebut Revolusi Mental Jokowi Masih Ampuh

82unnamed.jpg
Presiden Joko Widodo (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Andreas Susetyo menyatakan, konsolidasi politik di pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla belum optimal. Dari beberapa kebijakan yang dibangun nampak tidak seragam dan tumpang tindih.

"Nampaknya dalam kosolidasi politik itu belum menjadikan dwi tunggal antara presiden dan wakil pressiden," ujarnya dalam diskusi RMOL di Cikini Jakarta Pusat, Minggu (14/6/2015).

Tak hanya konsolidasi politik, menurut Andreas, konsolidasi birokrasi di Indonesia juga harus segera diperbaiki.

"Itu juga penting, saya lihat menteri-menteri yang baru itu belum paham birokrasi, harusnya mereka bisa terjemahkan visi presiden, jadi tidak cukup mereka hanya blusukan saja," lanjutnya.

Konsolidasi politik dan birokrasi, lanjut Andreas, mutlak dilakukan oleh sebuah pemerintahan untuk menjamin kinerja yang optimal di sebuah negara. Menurutnya, apabila hal itu tak dapat diwujudkan maka masyarakat yang dirugikan.

"Jokowi telah memberi resepnya (yaitu) 'revolusi mental', kalau demokrasi ini etos kerja dan mentalnya tidak berubah maka itu bertentangan dengan resepnya," tandasnya.(yn)

tag: #revolusi mental  #jokowi  #presiden jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...