Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 28 Des 2022 - 20:12:09 WIB
Bagikan Berita ini :

Beda Informasi BRIN dan BMKG Soal Badai, Sartono Hutomo: Timbulkan Keresahan Masyarakat

tscom_news_photo_1672233129.jpg
Sartono Hutomo Politikus Partai Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo menyesalkan adanya perbedaan informasi antara peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN dengan BMKG soal badai 28 Desember 2022 di Jabodetabek.

Sartono juga mengkritik sikap dua lembaga pemerintah tersebut yang terkesan adu data di depan publik terkait prakiraan cuaca.

"Tidak bijak sesama lembaga pemerintah seperti adu data di hadapan publik," sindir Politikus Partai Demokrat itu kepada wartawan, Rabu (28/12/2022).

Menurutnya, perbedaan data tersebut seharusnya tidak muncul dan menjadi polemik di masyarakat. Pasalnya, kata Sartono, perbedaan data seperti ini justru hanya akan menimbulkan keresahan masyarakat.

"Harusnya hal seperti ini tidak mesti keluar menjadi polemik di masyarakat, sehingga masyarakat dibuat menjadi resah," beber Sartono.

Sartono pun mendorong pemerintah untuk tegas mengenai kewenangan dalam melakukan prakiraan cuaca. Dia meminta perbedaan informasi ini tidak dibiarkan.

“Pemerintah harusnya tegas terkait perkiraan cuaca itu kewenangan siapa, lalu corong informasinya ke mana. Jangan terkesan dibiarkan hal-hal seperti ini. Karena kita harus merujuk pada metodologi yang tepat, dan keakuratan teknologi," pungkas Sartono.

tag: #cuaca  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement
Lainnya
Berita

Survei Pilkada Jepara, Simulasi Pasangan Dian-Jadug Berpeluang Menang Besar

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 24 Jul 2024
JEPARA (TEROPONGSENAYAN) --Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menggelar survei sejak 10 - 20 Juli untuk mengukur preferensi masyarakat terhadap tingkat elektabilitas para bakal calon pada Pilkada ...
Berita

Diduga Banyak Tambang Galian C Ilegal di Jabar dan Banten

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kegiatan usaha tambang galian C diduga ilegal makin marak di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Upaya pengambilan tanah dan batuan dilakukan secara ugal-ugalan itu tak ...