JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Zulfikar Suhardi berharap, pemerintah tidak reaktif dan lebih mengantisipasi dampak dari kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor timbal balik atau Reciprocal Tarrifs terhadap Indonesia senilai 32 persen.
“Kita tentunya perlu merespons kebijakan ini tidak reaktif dan harus mengantisipasi dampak dari kebijakan ini terhadap kegiatan ekspor- impor kita,” tegas dia, Jumat, (4/4/2025).
Zulfikar mengingatkan, bahwa Indonesia saat ini belum sampai kepada titik negara China yang bisa melakukan serangan balik atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait tarif impor timbal balik atau Reciprocal Tarrifs terhadap Indonesia senilai 32 persen.
“Kita juga harus menyadari bahwa kita belum sampai pada titik seperti negara China yang bisa melakukan “serangan balik” makanya kita jangan sampai reaktif terhadap kebijakan ini, yang perlu dilakukan adalah mencari solusi yang tepat guna merespons kebijakan ini,” saran dia.
Lebih lanjut, politikus muda partai Demokrat ini, menyarankan pemerintah untuk memanfaatkan ruang negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump. Terlebih, Donald Trump juga masih membuka ruang untuk bernegosiasi.
“Saya juga melihat berita bahwa presiden Trump masih membuka ruang untuk bernegosiasi, ruang tersebut harus dan wajib digunakan sebaik mungkin untuk meminimalisir dampak negatif terhadap perekonomian kita,” tandasnya.