
KANDANGAN (TEROPONGSENAYAN) --Ada yang berbeda dengan agenda reses Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, di daerah pemilihannya kali ini (6/3). Jika biasanya masa reses di bulan Ramadan identik dengan kegiatan buka puasa bersama, Habib Aboe justru memilih cara yang anti-mainstream dengan menggelar Sahur Bersama para pengurus dan kader PKS di Kandangan, Hulu Sungai Selatan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan PKS Kalimantan Selatan, di antaranya Ardiansyah (Ketua DPW PKS Kalsel sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalsel), Jakfar (Ketua MPW PKS Kalsel), M. Fahmi (Ketua DPRD Hulu Sungai Selatan) dan beberapa anggota DPRD HSS.
Suasana sahur terasa hangat namun tetap religius. Acara dimulai dengan lantunan dzikir bersama yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh kader. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sisi spiritual para kader di tengah padatnya aktivitas politik dan kemasyarakatan.
Dalam ceramah singkatnya, Habib Aboe Bakar menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bulan suci untuk melakukan transformasi diri.
“Ramadan adalah bulan untuk menempa diri. Saya mengingatkan kepada seluruh kader agar mengoptimalkan ibadah di sisa bulan yang mulia ini. Jangan sampai kesibukan duniawi membuat kita kehilangan keberkahan dari setiap detik waktu di bulan Ramadan," ujar Habib Aboe.
Pesan Pelayanan Masyarakat
Tak hanya soal ibadah personal, Sekretaris Jenderal DPP PKS ini juga memberikan arahan strategis terkait peran kader di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa identitas PKS sebagai partai pelayan rakyat harus terus dijaga, apa pun kondisinya.
“Kader PKS harus menjadi yang terdepan dalam membantu rakyat. Saya minta seluruh kader selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan pernah lelah mendengar keluhan mereka dan berikan solusi nyata. Politik bagi kita adalah jalan pengabdian," tegas legislator dari Dapil Kalsel 1 tersebut.
Acara ditutup dengan santap sahur bersama yang penuh keakraban, menciptakan energi positif bagi para kader sebelum melanjutkan aktivitas pelayanan di wilayah masing-masing.