Oleh Fath pada hari Selasa, 19 Mei 2026 - 16:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Stok Beras Melimpah, Zulfikar Suhardi Berharap Masyarakat Tidak Kesusahan Membeli

tscom_news_photo_1779183000.jpg
Zulfikar Suhardi Politikus Partai Demokrat (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar Suhardi, memberikan apresiasinya atas capaian pemerintah di sektor pangan usai cadangan beras atau CBP di gudang Bulog mencapai rekor baru yakni 5,37 juta ton.

Apresiasi itu disampaikan Zulfikar Suhardi dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

“Pertama tentu kita apresiasi capaian pemerintah dengan stok beras begitu melimpah 5 juta (5,37 juta) ton lebih,” ujar Zulfikar Suhardi.


“Namun seperti yang disampaikan teman-teman anggota terkait kondisi gedung menjadi point penting untuk dicarikan solusi,” pesan Zulfikar Suhardi.

Meski demikian, Zulfikar Suhardi, tetap memberikan catatan soal besaran biaya pemeliharaan dari stok beras yang dimiliki pemerintah di gudang Bulog.

Politikus muda Partai Demokrat ini mendorong
pemerintah dapat tetap menghitung besaran biaya pemeliharaan beras yang ada di gudang Bulog.


“Dari sekian banyak beras yang dimiliki oleh pemerintah kira-kira berapa besaran biaya pemeliharaan beras itu. Karena tentunya harus kita hitung,” jelas Zulfikar Suhardi.

Zulfikar Suhardi menyarankan, apabila biaya pemeliharaan di gudang Bulog membebani negara maka sebaiknya pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mengeluarkan ke pasaran.

Zulfikar Suhardi memandang, langkah tersebut diperlukan dan jauh lebih bermanfaat di tengah kenaikan harga beras di sejumlah daerah saat ini.


“Kalau memang membebani negara kenapa stok beras tidak dikeluarkan karena itu bisa mengurangi tingginya harga beras di pasar,” jelas Zulfikar Suhardi.

Dengan demikian, Ketua DPD HIPMI Sulawesi Barat (Sulbar) berharap, besaran stok beras yang dimiliki pemerintah saat ini harus dapat dirasakan oleh masyarakat di bawah.

Jangan sampai, tegas dia, masyarakat kesusahan membeli beras padahal stok yang dimiliki oleh pemerintah saat ini sangat melimpah.


“Karena kita tidak mau (stok) angkanya besar, capaian tinggi tapi masyarakatnya masih kesusahan membeli beras di pasar,” pungkasnya.

Diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang Bulog mencapai rekor baru. Saat ini stok CBP sudah tembus 5,37 juta ton per 18 Mei 2026

.
"Adapun stok cadangan beras pemerintah sampai 18 Mei mencapai 5,37 juta ton. Yang merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah," ungkap Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Sarwo Edi saat rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (19/5/2026).

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Lainnya
Berita

Visa Turis, Judi Online, dan Generasi yang Terancam: Alarm Kedaulatan Digital Indonesia

Oleh Abdullah Rasyid | *Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan *Mahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
pada hari Selasa, 19 Mei 2026
Ketika Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkap bahwa 200 ribu anak Indonesia, termasuk 80 ribu di bawah usia 10 tahun, telah terpapar judi online, publik tersentak. Angka ini bukan ...
Berita

Kecam Israel Tangkap Aktivis-Jurnalis RI, Waka Komisi I DPR Dukung Pemerintah Minta PBB dan AS Turun Tangan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mendukung Pemerintah untuk mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Amerika Serikat turun tangan meminta Israel membebaskan ...