
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Eks Anggota DPR RI, Didi Irawadi Syamsuddin, menilai aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Dari berbagai perguruan tinggi Jabodetabek di Jakarta hari ini merupakan bukti kecintaan kepada negara.
Didi begitu ia disapa melihat, bahwa mahasiswa yang turun melakukan aksi unjuk rasa di Jakarta hari ini tidak membenci negaranya.
“Mahasiswa turun ke jalan bukan karena mereka membenci negeri ini. Justru karena mereka terlalu mencintainya,” kata Didi kepada awak media di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Lebih lanjut, Didi mengatakan, suara mahasiswa menjadi alarm mengingatkan bahwa ada sesuatu yang tidak sedang baik-baik saja di Indonesia.
Didi lantas menyinggung serangkaian masalah yang terjadi saat ini mulai dari harga sembako terus menekan dapur rakyat, biaya hidup semakin berat, lapangan kerja menyusut dan gelombang PHK datang silih berganti.
“Aksi damai bukan ancaman bagi demokrasi. Yang lebih berbahaya justru ketika kritik dibungkam dan kekuasaan hanya mau mendengar tepuk tangan,” beber Didi.
Atas kondisi itu, Didi merasa, rakyat berhak untuk bertanya soal alasan masih terus berjalanya program-program raksasa yang menghabiskan ratusan triliun rupiah tanpa evaluasi mendasar.
“Mengapa berbagai kebijakan yang dijanjikan membawa kesejahteraan justru memunculkan begitu banyak pertanyaan di lapangan? Mengapa nilai rupiah melemah, pasar saham kehilangan kepercayaan, dan daya beli masyarakat terus tergerus?,” ungkap Didi.
Didi pun berharap, pemerintah dapat menjawab hal tersebut dengan argumentasi bukan kemarahan. Sebab bila menjawab dengan kemarahan maka demokrasi sedang berjalan mundur.
“Sejarah membuktikan bahwa bangsa besar tidak lahir dari budaya ABS dan puja-puji kekuasaan. Bangsa besar lahir ketika mahasiswa, akademisi, pers, dan masyarakat sipil berani mengingatkan penguasa bahwa jabatan hanyalah titipan,” tandas Didi.
Sebelumnya, ribuan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di sejumlah lokasi di Jakarta pada Jumat (12/6/2026). Aksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan sebagian pihak mengaitkannya dengan narasi "Reformasi Jilid II".
BEM SI bersama Koalisi Masyarakat Sipil diketahui menggelar aksi di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mulai pukul 11.00 WIB.
Sementara itu, Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (Dema UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya menggelar aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, sejak pukul 10.00 WIB.