Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 29 Sep 2026 - 13:29:41 WIB
Bagikan Berita ini :

Pembelian Ranpur Amfibi AAV, TB Hasanuddin Minta Pemerintah Cermati Biaya dan Risiko

tscom_news_photo_1790663381.jpg
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mencermati biaya siklus hidup (lifecycle cost) dan aspek keselamatan prajurit dalam pembelian kendaraan tempur amfibi AAV dari Amerika Serikat.

Menurut TB Hasanuddin, biaya alutsista tidak berhenti pada harga akuisisi. Pemerintah juga perlu menghitung biaya operasional, perawatan, perbaikan, hingga saat alutsista tersebut dipensiunkan.

“Alutsista yang dibeli bukan hanya soal harga akuisisi. Ada ongkos penggunaan yang harus disiapkan setiap tahun,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).

Ia mengingatkan, alutsista bekas berpotensi membutuhkan biaya perawatan lebih besar. Suku cadangnya mungkin sudah tidak diproduksi atau sulit diperoleh, sementara suku cadang yang tersedia dapat berharga mahal. Pemerintah juga perlu memperhitungkan kebutuhan teknisi yang andal untuk mendukung perawatan dan perbaikan.

Selain biaya, TB Hasanuddin menegaskan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pengadaan alutsista.

“Alutsista boleh canggih atau dibutuhkan secara strategis, tetapi jika aspek keselamatannya masih meragukan, pembeliannya sebaiknya ditunda sampai risikonya dapat dipastikan dan dimitigasi,” katanya.

Ia menambahkan, usia pakai platform menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menilai keselamatan alutsista bekas. Terkait AAV, TB Hasanuddin menyoroti insiden pada 2020 yang menyebabkan Marinir Amerika Serikat menghentikan sementara operasional kendaraan tersebut.

Insiden ranpur yang tenggelam itu menewaskan prajurit, dan hasil investigasi Marinir AS menyebut faktor mekanis turut berkontribusi. Karena itu, ia meminta pemerintah melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi teknis, kebutuhan suku cadang, biaya perawatan, serta mitigasi risiko sebelum menentukan pemanfaatan hibah AAV tersebut.

Diketahui, kekuatan tempur Korps Marinir TNI Angkatan Laut mendapat suntikan amunisi baru. Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi Assault Amphibious Vehicle (AAV) gelombang pertama mendarat di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (22/9).

Kedatangan 12 ranpur dari Amerika Serikat ini merupakan tahap awal dari total pengadaan 35 unit AAV yang diproyeksikan untuk memodernisasi alutsista pertahanan pesisir dan memperkuat kemampuan operasi amfibi TNI AL di wilayah kepulauan Indonesia.

tag: #tb-hasanuddin  #pdip  #dpr  #tni  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Luluskan 30 Fellows Batch II, Saraswati Fellowship Perluas Ekosistem Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Oleh Bachtiar
pada hari Minggu, 08 Nov 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)– Saraswati Fellowship, program mentorship kepemimpinan perempuan yang diinisiasi oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di bawah naungan Shandri Foundation, resmi ...
Berita

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini Dukung Penuh Langkah Tegas Presiden Prabowo, Kedaulatan NKRI Tak Boleh Digadaikan

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, MM menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil langkah tegas untuk menjaga ...