
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong pemerataan konektivitas dan peningkatan literasi digital masyarakat. Pemanfaatan teknologi perlu diarahkan agar masyarakat mampu menggunakan ruang digital secara aman, produktif, dan berdaya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara bertajuk “Mewujudkan Generasi Digital yang Aman dan Berdaya”. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Cindy Monica menjelaskan internet kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Internet dimanfaatkan untuk pendidikan, pekerjaan, komunikasi, kreativitas, hingga membuka peluang ekonomi baru.
Ia menegaskan pemerataan digital tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara aman dan memberikan manfaat nyata.
Menurut Cindy Monica, kemajuan digital tidak hanya diukur dari luasnya jaringan yang tersedia.
Keberhasilan transformasi digital juga ditentukan oleh manfaat yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Staf Khusus Bidang Kepemudaan dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan menyoroti pentingnya generasi digital yang aman. Ia menjelaskan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan perlu diimbangi pemahaman etika serta keamanan digital.
Alfreno menyampaikan empat pilar literasi digital meliputi kecakapan digital, budaya digital, keamanan digital, dan etika digital. Masyarakat tidak hanya harus mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menjaga privasi serta menghormati aturan ruang digital.
Direktur Pendidikan Sekolah Citra Alam Muhammad Jamilun menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda menghadapi era digital. Menurutnya, teknologi menghadirkan peluang sekaligus tantangan seperti disinformasi, kecanduan digital, dan risiko keamanan data.
Ia menjelaskan generasi digital perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi teknologi. Nilai karakter serta kecakapan abad ke-21 menjadi bekal menghadapi perubahan dunia digital.
Muhammad Jamilun juga menekankan peran keluarga dalam membangun kebiasaan digital yang sehat bagi anak. Orang tua perlu memberikan teladan, mengatur penggunaan perangkat, serta membangun komunikasi terbuka dengan anak.
Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, masyarakat diharapkan mampu menjadi generasi digital yang aman dan produktif. Kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan ruang digital berkarakter.