
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendorong masyarakat memperkuat literasi digital dengan menerapkan nilai Pancasila. Masyarakat perlu kritis menerima informasi, bijak berinteraksi, serta bertanggung jawab terhadap konten digital yang dibagikan.
Pesan tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Merajut Nusantara BAKTI Komdigi bersama Komisi I DPR RI bertema Budaya Bermedia Digital.
Kegiatan berlangsung Rabu, 7 Oktober 2026 di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, dengan menghadirkan berbagai narasumber.
Nurul menjelaskan penetrasi internet Indonesia mencapai 81,7 persen atau sekitar 235,2 juta jiwa pada tahun 2026. Peningkatan akses internet harus diimbangi kemampuan literasi digital agar masyarakat memahami informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Ia mengingatkan konsumsi video pendek dan informasi cepat dapat mengurangi kemampuan memahami konteks informasi secara menyeluruh.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan hoaks serta membuat masyarakat mengambil keputusan tanpa memeriksa kebenaran informasi.
Nurul menyoroti fenomena echo chamber ketika algoritma media sosial menampilkan informasi sesuai pandangan pengguna tertentu. Fenomena FOMO juga dapat mendorong masyarakat membandingkan kehidupan pribadi dengan gambaran digital orang lain.
Masyarakat perlu berpikir kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan tidak menjadikan konten digital sebagai ukuran kehidupan. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk berbagi informasi positif serta membangun hubungan sosial yang sehat.
Nurul menekankan budaya digital melalui pemeriksaan informasi, komunikasi santun, dan kritik terhadap gagasan. Pengguna media sosial perlu mengutamakan konten edukatif daripada sekadar mengejar popularitas atau viralitas semata.
Ia menyebut penguatan budaya digital membutuhkan pengawasan platform, literasi masyarakat, dan penerapan nilai Pancasila.
Nilai gotong royong, toleransi, penghargaan, dan persatuan menjadi dasar ruang digital yang sehat.
Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano menjelaskan pemerataan konektivitas harus berjalan bersama peningkatan literasi.
Layanan internet BAKTI Aksi di Bandung dan Cimahi mencakup 54 lokasi mendukung transformasi digital.
Darien berharap infrastruktur digital mampu meningkatkan produktivitas, memperluas informasi, dan mendukung Indonesia Maju 2045.
Pemerataan akses teknologi menjadi langkah penting menciptakan transformasi digital yang inklusif bagi masyarakat.
Entrepreneur Dhea Febrina Nursyamsika menekankan pentingnya kejujuran, empati, dan tanggung jawab dalam aktivitas digital. Pengguna perlu memeriksa fakta, mempertimbangkan dampak komentar, serta memperbaiki kesalahan komunikasi digital.
Dhea juga mengingatkan pentingnya membangun personal brand sesuai perilaku nyata dan menjaga privasi. Informasi produk maupun promosi harus disampaikan secara jujur agar membangun kepercayaan masyarakat luas.
Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, BAKTI Komdigi bersama Komisi I DPR RI meningkatkan kesadaran digital masyarakat. Budaya digital kuat membutuhkan teknologi, karakter, etika, dan tanggung jawab pengguna menjaga persatuan bangsa.