Oleh Fath pada hari Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:27:05 WIB
Bagikan Berita ini :

Geram Acara Seremonial Dirjen Pesantren, Pimpinan Komisi VIII Desak Menag Evaluasi Basnang Said

tscom_news_photo_1792841225.jpg
Abdul Wachid Politikus Gerindra (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)– Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, geram dengan kegiatan seremonial yang digelar Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Wachid menilai, kegiatan yang dinilai menghabiskan anggaran negara tersebut tidak tepat dilakukan saat pemerintah tengah mengupayakan penghematan belanja kementerian dan lembaga.

Demikian hal itu disampaikan Wachid menyoroti kegiatan Festival Sarung dan Peci Santri yang digelar dalam peringatan Hari Santri 2026. Acara tersebut digelar di lapangan Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat,23 Oktober 2026 dengan menghadirkan artis dan influencer.


“Di tengah efisiensi, dan Presiden akan memotong 30 persen di semua kementerian lembaga, termasuk DPR, tapi Dirjen Pontren bikin kegiatan yang hanya menghabiskan anggaran dengan acara seremonial. Ini jelas tidak pantas,” ujar Wachid, Sabtu (24/10/2026).

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai bencana. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih mengutamakan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dibandingkan kegiatan yang bersifat seremonial.

Wachid menegaskan, Direktorat Jenderal Pesantren semestinya memprioritaskan pembangunan dan pengembangan pesantren di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Pondok pesantren masih banyak yang bangunannya tidak layak, juga fasilitas pendidikan sangat kurang. Kok Dirjen Pontren bersama Menteri Agama membuat acara bersama artis? Mereka tidak mendengar jeritan para santri,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, Wachid mendorong Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk mengevaluasi kinerja Direktur Jenderal Pesantren, Basnang Said.

Menurut Wachid, evaluasi diperlukan agar jabatan tersebut diisi oleh sosok yang dinilai mampu menjalankan tugas secara kompeten serta memahami kebutuhan pesantren di seluruh Indonesia.

“Menteri Agama harus mengevaluasi lagi Dirjen Pontren yang baru,” pungkas Politikus senior Gerindra ini.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement