Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 28 Okt 2026 - 10:46:35 WIB
Bagikan Berita ini :

IKADIM Kolaborasi dengan Gen-Z Wujudkan Transformasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045

tscom_news_photo_1793159195.jpg
(Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi sumber daya manusia (SDM), khususnya Generasi Z, agar mampu menangkap peluang kemajuan zaman, mengoptimalkan perkembangan teknologi, dan beradaptasi dengan percepatan digitalisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Bedah Buku & Gen-Z Talk: Mempersiapkan Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan pada Selasa, 27 Oktober 2026, di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara kalangan akademisi, profesional, tokoh publik, dan generasi muda untuk memperkuat kesiapan Gen Z menghadapi tantangan masa depan. Melalui diskusi buku dan bincang generasi, IKADIM ingin mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kompetensi, kreativitas, integritas, dan karakter yang kuat.

Sekretaris Jenderal IKADIM, Dr. Danang Aziz Akbarona, dalam sambutan panitia menegaskan bahwa transformasi SDM merupakan salah satu perhatian penting IKADIM, terutama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan ekonomi digital.

“IKADIM konsen pada transformasi sumber daya manusia, khususnya Generasi Z, agar mampu menangkap berbagai peluang dari kemajuan zaman dan digitalisasi. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, terus belajar, memanfaatkan teknologi secara produktif, serta menciptakan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” demikian pesan Sekjen IKADIM.

Sementara itu, Ketua Presidium IKADIM, Dr. Zahera Mega Utama, menegaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia menuju 2045. Karena itu, generasi muda perlu terus didorong untuk mengembangkan potensi diri secara menyeluruh.

“IKADIM mendorong Generasi Z untuk terus kreatif, kompeten, dan berkarakter. Kemampuan digital harus diimbangi dengan pola pikir kritis, etika, integritas, dan kepedulian sosial. Dengan bekal tersebut, Gen Z diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta solusi dan penggerak kemajuan bangsa,” tegasnya.

*Bedah Buku: Membangun Perspektif Generasi Masa Depan*

Salah satu agenda utama kegiatan adalah bedah buku Mempersiapkan Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045, karya akademisi dan profesional IKADIM. Buku ini menjadi titik tolak diskusi mengenai kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, manajerial, dan teknologi, sekaligus memperkuat kontribusi mereka terhadap pembangunan nasional.

Sesi bedah buku dimoderatori oleh Ketua Harian IKADIM Dr. Abdul Wahab Samad, MM menghadirkan empat narasumber, yaitu: Dr. Baskara Agung Wibawa, M.M., Wakil Ketua Umum IKADIM dan anggota Komite BPH Migas; Dr. Mulyadin Malik, M.Si., CIGS, Ketua Bidang Kerja Sama IKADIM dan Kepala Badan Pengembangan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia; Dr. Siti Mufattahah, P.Si., M.B.A., Dewan Penasihat IKADIM, psikolog, dan anggota DPR RI periode 2009–2024; serta Dr. dr. Nurhaidah Achmad, MARS, MHKes, AAAK, CFP, QWP, NNLP, Fisqua, Bendahara Umum IKADIM, pegiat kesehatan, dan Sekretaris Jenderal LAFKESPRI.

Keempat narasumber sepakat bahwa Generasi Z memiliki banyak kelebihan dan potensi besar untuk menjadi kekuatan utama pembangunan Indonesia. Kreativitas, kemampuan memanfaatkan teknologi, serta keterampilan digital menjadi modal penting bagi Gen Z dalam menghadapi perubahan zaman dan menangkap peluang di berbagai sektor.

Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kecerdasan emosional, khususnya kemampuan interpersonal dalam berkomunikasi, membangun hubungan yang sehat, memahami perspektif orang lain, mengelola emosi, dan menyelesaikan perbedaan secara konstruktif. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang efektif, baik di lingkungan kerja, organisasi, maupun masyarakat.

Sebagai calon pemimpin masa depan, Gen Z tidak cukup hanya unggul dalam penguasaan teknologi dan kreativitas, tetapi juga perlu memiliki empati, integritas, kedewasaan emosional, serta kemampuan bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam.

Meski demikian, keempat narasumber meyakini bahwa Generasi Z memiliki semangat kolaborasi dan kepedulian sosial yang kuat. Potensi ini perlu terus dikembangkan melalui ruang belajar, pengalaman organisasi, interaksi lintas generasi, dan kesempatan untuk terlibat langsung dalam penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa mempersiapkan Generasi Z menuju Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang meningkatkan kecakapan digital, tetapi juga membangun manusia yang seimbang antara kompetensi, kecerdasan emosional, karakter, dan kepedulian. Perpaduan kualitas tersebut diharapkan melahirkan pemimpin masa depan yang inovatif, kolaboratif, berintegritas, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.

*Gen-Z Talk: Ruang Kreativitas dan Kolaborasi Anak Muda*

Acara semakin seru dengan agenda khusus Bincang Gen-Z (Gen-Z Talk) yang dipandu Wakil Ketua Umum IKADIM Dr. Dingot Hamonangan Ismail, M.Si yang menghadirkan anak muda dengan latar belakang dan pengalaman di dunia digital serta industri kreatif. Sesi ini menghadirkan Anwar Khalidi, influencer dan mahasiswa LP3I; Desta Rustanto, content creator dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ); serta David Ary Nathanael Setiawan, brand ambassador dan mahasiswa Universitas Esa Unggul Kampus Bekasi (Harapan Indah). Kegiatan juga melibatkan mahasiswa se-Jabodetabek sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi dan pertukaran gagasan antargenerasi muda.

Ketiga narasumber Gen Z tersebut menunjukkan bahwa media sosial dan teknologi digital dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mengembangkan kapasitas diri, berbagi pengetahuan, membangun jejaring, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pengalaman mereka menjadi contoh bahwa generasi muda tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga dapat menjadi kreator, inovator, dan penggerak perubahan melalui ruang digital.

Anwar Khalidi mengembangkan konten pendampingan mengaji secara daring, khususnya pembelajaran tahsin untuk membantu masyarakat memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi sarana berbagi ilmu dan memperluas akses pembelajaran secara fleksibel, sekaligus menghadirkan manfaat sosial melalui pemanfaatan teknologi.

Sementara itu, David Ary Nathanael Setiawan mengembangkan aplikasi pembelajaran sebagai bentuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pendidikan. Inisiatif tersebut mencerminkan potensi Gen Z dalam mengembangkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran serta mendorong inovasi di bidang pendidikan.

Adapun Desta Rustanto memanfaatkan media sosial untuk membangun jejaring dan mendukung kampanye publik. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa platform digital dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai komunitas, memperluas jangkauan gagasan, serta meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap isu-isu yang menjadi perhatian bersama.

Pengalaman ketiga narasumber tersebut memperkuat pesan bahwa kreativitas dan keterampilan digital akan memberikan nilai lebih ketika diarahkan pada kegiatan yang produktif, edukatif, dan bermanfaat. Media sosial tidak semata-mata menjadi sarana hiburan atau ekspresi diri, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pengetahuan, mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, dan mendorong perubahan sosial.

Melalui Gen-Z Talk, IKADIM ingin mendorong generasi muda agar semakin berani berkarya, mengembangkan kompetensi, serta menggunakan teknologi secara kreatif dan bertanggung jawab. Kemampuan digital tersebut perlu berjalan beriringan dengan karakter, etika, kecerdasan emosional, dan kepedulian sosial agar Generasi Z mampu tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang kompeten dan kolaboratif.

Dengan demikian, Gen-Z Talk menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus penguatan komitmen bahwa Generasi Z memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

*Ngonten Bareng dan Deklarasi Gen Z untuk Indonesia Emas 2045*

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan agenda ngonten bareng dan Deklarasi Gen Z untuk Indonesia Emas 2045. Aktivitas ini menjadi simbol keterlibatan aktif generasi muda dalam menyuarakan persatuan, optimisme, kreativitas, dan komitmen bersama mengokohkan karakter dan integritas untuk masa depan Indonesia, dengan moto : bersatu, berkarya, dan berdampak. Deklarasi ini sekaligus memomentum peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober, bahwa gen-z siap menjadi pelanjut estafet semangat generasi dalam membangun bangsa.

IKADIM berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi awal dari gerakan kolaboratif yang menghubungkan pemikiran akademik, pengalaman profesional, dan energi kreatif generasi muda.

Dengan mengusung semangat Indonesia Emas 2045, IKADIM mengajak Generasi Z untuk terus belajar, berani berinovasi, memperkuat karakter, dan mengambil bagian dalam transformasi Indonesia. Generasi muda bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan aktor strategis yang akan menentukan kualitas daya saing dan masa depan bangsa.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Prof Romli: UNCAC Tak Akui Kerugian Negara Sebagai Unsur Tipikor

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 27 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pakar hukum pidana Prof. Romli Atmasasmita menilai pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan soal kerugian negara dalam definisi tindak pidana ...
Berita

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan AI di Indonesia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat kesiapan infrastruktur konektivitas untuk mendukung ...