Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 25 Agu 2015 - 15:25:56 WIB
Bagikan Berita ini :

Pasal Penghinaan Presiden Diloloskan, Desmond: Itu Bodoh Namanya

93DSC_0009.JPG
Desmond J Mahesa (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa menilai, pihaknya tidak akan "gegabah" membahas pasal penghinaan terhadap kepala negara yang kembali diajukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam revisi RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"DPR harus lihat secara arif, kalau sudah dibatalkan MK (Mahkamah Konstitusi) kan harusnya enggak diproses, itu bodoh namanya," kata Desmond di kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (25/8/2015).

Desmond melanjutkan, jika pasal tersebut nantinya diloloskan maka sama saja mengurangi rasa demokrasi. Dirinya menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan "blunder" besar.

"Itu bodoh namanya, itu nanti kalau dilanjutkan ya berarti mendukung tergerusnya demokrasi," tegas dia.

Menurut Desmond, daripada Presiden Jokowi memikirkan nama baiknya lebih baik dia menepati janji-janji kampanyenya.

"Yang ada siapapun presiden yang punya janji dan enggak ditepati harusnya dipidana," ketusnya.(yn)

tag: #pasal penghinaan presiden  #jokowi  #presiden jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...