Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 12 Sep 2015 - 16:10:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Pengamat: Tak Pantas DPR Usulkan Kenaikkan Tunjangan

81anggota_DPR_RI.jpg
Anggota DPR RI (Sumber foto : Istimewa)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kenaikan tunjangan Anggota DPR di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 menuai protes dari beberapa kalangan. Pasalnya, kenaikan tunjangan ini tidak diikuti dengan kinerja DPR yang sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai wacana kenaikan tunjangan Anggota DPR tidak tepat, ditengah kinerja DPR yang buruk.

"Sangat tidak tepat apalagi bukan saja ekonomi sedang mendapat ujian tapi memang kinerja DPR yang jauh dari kepuasan," kata Hendri pada TeropongSenayan, Sabtu (12/9/2015).

Bahkan dirinya mengatakan dari hasil survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) kepuasan rakyat kepada DPR hanya sekitar 25%.

"Sebaiknya kinerja DPR diperkuat, fokus ke rakyat dan tidak gaduh, baru setelah itu baru minta pertimbangan rakyat agar fasilitas di tambah," tandasnya.Seperti diketahui, dalam APBN 2016 yang sudah disahkan kemarin antara pemerintah dan DPR, tunjangan anggota dewan mengalami kenaikkan dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut tunjangan DPR di APBN 2016:


  1. Tunjangan kehormatan untuk, a). Ketua badan/komisi sesuai Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 hanya sebesar Rp.6.6 juta, dan akan diusulkan menjadi Rp.11.1 juta; b. Untuk wakil ketua. Dari Rp.6.4 juta menjadi Rp.1,0.7 juta, dan anggota dari 5.5 juta menjadi Rp.9.3 juta. 

  2. Tunjangan komunikasi intensif, untuk, a. Ketua badan/komisi Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 dari Rp.16.4 juta akan diusulkan menjadi Rp.18.7 juta; b.Wakil ketua dari Rp.16 juta akan menjadi Rp.18.1 juta, dan c. Anggota dari Rp.15.5 juta menjadi Rp.15.6 juta; 

  3. Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran untuk ketua komisi/badan sesuai Menteri Keuangan nomor S-520/MK.02/2015 tertanggal 9 Juli 2015 sebesar Rp 5.2 juta akan menjadi 7 juta. Untuk wakil ketua komisi atau badan, dari Rp 4.5 juta akan menjadi Rp 6 juta, dan anggota DPR, dari Rp 3.7 juta menjadi Rp 5 juta. (mnx)

tag: #DPR minta kenaikan tunnjangan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

AS Protes TKDN Indonesia, Eddy Soeparno: Industri Nasional Harus Tetap Diperkuat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 06 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR RI Fraksi PAN Eddy Soeparno angkat bicara kembali mengenai tarif dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia, yang salah satunya disebabkan protes pemerintah ...
Berita

Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemeliharaan sistem yang dilakukan Bank DKI saat ini turut mendapatkan atensi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, ...