Berita
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Senin, 16 Feb 2015 - 07:56:34 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Pilih MK Selesaikan Sengketa Pilkada

61arwani thomafi.jpg
Arwani Thomafi (Sumber foto : Eko S Hilman)
Teropong Juga:

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Mahkamah Konstitusi (MK) dianggap paling tepat dan siap menangani sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) dibandingkan Mahkamah Agung (MA).

Menurut anggota panitya kerja (panja) revisi UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Pilkada dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR Arwani Thomafi, panja sudah sepakat bahwa keputusannya sengketa pilkada diselesaikan di MK.

"MK dianggap paling tepat dan siap dari semua segi baik perangkatnya maupun kewenangannya," kata Arwani kepada TeropongSenayan, Senin (16/2).

Dikatakan, dari penanganan kasus pilkada yang selama ini sudah berjalan, proses dan prosesdur di MK sudah berjalan baik dan diterima semua pihak. Apalagi ada pertimbangan bila kasus pilkada penyelesaiannya di MA, akan bisa menambah beban kerja lembaga itu yang sudah menumpuk perkara yang bersifat umum.

"Padahal berperkara dalam kasus pilkada ini waktunya sangat singkat, sehingga kalau harus ikut antre dengan perkara lain yang lebih dulu masuk, tenggat waktunya bisa terlampaui," tambahnya.(ss)

tag: #tambah beban ma  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...