Berita
Oleh Mandra Pradipta pada hari Selasa, 17 Feb 2015 - 12:28:02 WIB
Bagikan Berita ini :

Presiden Bisa Lantik Komjen BG, Tapi....

48KomjenBG1.JPG
Komjen Budi Gunawan (Sumber foto : Indra Kesuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Presiden Jokowi bisa melantik Komjen Budi Gunawan (BG) menjadi Kapolri. Namun, menurut pakar hukum tata negara Asep Warlan Yusuf, KPK juga tetap bisa meneruskan status tersangka dan memeriksa Komjen BG.

"Kalau Kompolnas setuju, DPR setuju terus bukan tersangka kan cukup kuat untuk melantik. Bagi presiden sudah kuat, sah jika melantik," kata Asep Warlan kepada TeropongSenayan, Jakarta, kemarin. Apalagi Presiden memegang hak prerogatif untuk melantik Kapolri.

Menurut Asep yang juga dosen Universitas Parahyangan, Bandung, ini menegaskan putusan hakim Sarpin Rizaldi yang mengabulkan praperadilan Komjen BG menjadi dasar kuat Presiden melantiknya. Apalagi putusan ini membatalkan status tersangka pada diri Komjen BG.

Untuk itulah Asep minta semua pihak bisa menghargai putusan tersebut. Meski kecewa. "Banyak yang mengatakan kecewa tapi itu proses pengadilan sah. Tidak ada indikasi masalah suap menyuap, objektif ya harus dihormati," ujar Asep Warlan.

Meski demikian dalam pandangan Asep, KPK juga berhak melanjutkan semua proses penyidikan Komjen BG meski sudah menjadi Kapolri. "Tetap bisa dilakukan (penyidikan Komjen BG oleh KPK-red), proseskan sudah masuk. Jadi hukum tetap berjalan," pungkasnya.(ris)

tag: #Komjen Budi Gunawan  #Asep Warlan  #Jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...