Oleh Aswan pada hari Jumat, 20 Agu 2021 - 14:55:03 WIB
Bagikan Berita ini :

26 WNI Yang Dievakuasi Akan Tiba Ditanah Air Besok Sabtu 21 Agustus 2021

tscom_news_photo_1629446103.jpg
Pemerintah RI dengan pesawat TNI AU mengevakuasi 26 WNI dari Kabul, Afghanistan. (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA(TEROPONGSENAYAN)-Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi sebanyak 26 warga negara Indonesia (WNI) untuk keluar dari Afghanistan, yang sedang dilanda krisis keamanan setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menyebut pesawat TNI AU yang berhasil mengevakuasi 26 WNI dari Kabul Afghanistan akan tiba di Tanah Air pada esok hari, Sabtu (21/8/2021). Saat ini, kata dia, pesawat tersebut telah berada di Islamabad, Pakistan.

"Perkiraan tiba tanggal 21 Agustus dini hari," ujar Indan ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jumat (20/8/2021).

Sebelumnya, Menlu Retno melalui cuitannya juga menyebutkan, pesawat TNI AU yang membawa para WNI yang dievakuasi dari Kabul, Afghanistan sudah berada di Islamabad, Pakistan untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia.

"Alhamdullilah, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan dengan pesawat TNI Angkatan udara," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di akun resmi Twitternya.

Tim evakuasi telah berhasil membawa keluar sebanyak 26 orang WNI termasuk staf KBRI Kabul, 5 warga Filipina, dan 2 warga Afghanistan, yakni suami dari WNI dan staf lokal KBRI Kabul.

Pemerintah Indonesia mengharapkan penyelesaian masalah politik di Afghanistan tetap dapat dilakukan melalui proses Afghan-owned, Afghan-led, yakni dengan mengedepankan kepentingan rakyat Afghanistan dalam perdamaian dan melibatkan seluruh pihak internal di Afghanistan.

"Perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional," demikian pernyataan Kemlu RI.

Diketahui, kelompok Taliban berhasil mengambil alih kekuasaan selama akhir pekan dalam pergolakan yang menyebabkan ribuan warga sipil dan sekutu militer Afghanistan melarikan diri mencari perlindungan.

Banyak orang yang takut akan terulangnya penafsiran hukum Islam yang diterapkan selama pemerintah Taliban sebelumnya, yang berakhir sejak 20 tahun lalu,sehingga berusaha ingin segera meninggalkan negara tersebut.

Untuk itu, Menteri luar negeri kelompok negara G7 pada Kamis (19/8/2021) kemarin, mendesak masyarakat internasional agar bersatu mengatasi krisis di Afghanistan untuk mencegah eskalasi, kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab melalui pernyataan.

"Menteri G7 meminta masyarakat internasional agar bersama-sama berbagi misi untuk mencegah krisis di Afghanistan meningkat," tulis pernyataan Raab.

tag: #wni  #afghanistan  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

Produksi Minyak Nasional Terus Turun, Komisi VII DPR Minta Evaluasi menyeluruh SKK Migas

Oleh Fath
pada hari Sabtu, 20 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin menilai kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto kinerjanya tidak ...
Berita

Ini Alasan Pembubaran PT NDK Menutup Kepentingan Pihak Lain

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Nusantara Dua Kawan atau yang disingkat NDK resmi bubar. Pembubaran perusahaan ini sebelumnya sempat ramai di demo oleh sekelompok orang dengan tuduhan dugaan NDK ...