Oleh Fatih pada hari Selasa, 23 Jan 2024 - 17:25:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Hilirisasi Nikel Terancam LFP, Politikus PDIP: Harusnya Cari Alternatif Energi Lainnya

tscom_news_photo_1706005545.jpg
Darmadi Durianto Politikus PDI-P (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Politikus PDIP, Darmadi Durianto mengaku pesimis program hilirisasi tambang nikel bakal terealisasi dalam jangka panjangnya.

Pasalnya, kata dia, sejumlah pabrikan (otomotif seperti Tesla, BYD) yang sebelumnya membutuhkan bahan baku nikel sebagai komponen kendaraan listriknya perlahan kini tengah melirik atau beralih ke Lithium Ferro Phosphate (LFP) sebagai alternatif.

"Kehadiran LFP tentu saja bisa jadi ancaman terhadap keberadaan Nikel kita. Mengutip data dari media katadata.co.id, periode 2018-2022 pangsa pasar baterai LFP global naik dari 7% menjadi 27%, sedangkan baterai nikel kadar tinggi (high-nickel) turun dari 78% menjadi 66%. Data ini menunjukkan setidaknya dalam jangka panjang, pasar akan cenderung meninggalkan Nikel. Dibandingkan Nikel, LFP kan secara hitungan ekonomi dan investasinya jauh lebih murah dan efisien," ujar Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Selasa (23/01/2024).

Kondisi semacam itu, lanjut dia, jelas akan berdampak terhadap program hilirisasi yang tengah digembar-gemborkan pemerintah saat ini.

"Pesimis saya program hilirisasi bakal terealisasi di tengah bermunculannya inovasi-inovasi baru dari negara-negara luar (LFP salah satunya). Pasar tidak mungkin mau serap nikel kita kalau ada alternatif lain yang jauh lebih murah costnya dan lebih safety dalam hal penggunaannya," ujar Anggota Komisi VI DPR RI itu.

Darmadi mengaku sependapat dengan gagasan salah satu komisaris utama PT Pertamina yang menyarankan agar pemerintah mencari alternatif energi lain sebagai upaya mewujudkan program hilirisasi.

"Saya kira usulan Pak Ahok soal perlunya kembangkan energi berbasis Hidrogen itu sangat masuk akal. Selain ramah lingkungan, energi Hidrogen juga tak terlalu mahal. Dan bisa jadi pilihan masuk akal untuk merealisasikan cita-cita hilirisasi energi di masa depan. Pemerintah sekali lagi harus cari energi alternatif lainnya," tandas Anggota Baleg DPR RI itu.

Yang perlu jadi perhatian juga, kata dia, pasar nikel dunia dalam beberapa waktu terakhir ini trennya terus menunjukkan pelemahan.

"Tahun lalu saja harganya sudah terkoreksi atau turun di angka 30 persen. Ke depan bahkan sejumlah analis memprediksi harga nikel akan terus melemah imbas terjadinya oversupply (kelebihan pasokan nikel sementara serapan pasar rendah)" ungkapnya.

Terakhir, Darmadi mengingatkan, berbicara energi tentu landasan utamanya harus dititikberatkan pada nilai-nilai yang berpihak pada kemandirian.

"Sebagaimana digaungkan Bung Karno bahwa bangsa ini harus berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) terutama dalam hal ini yaitu mengelola sumberdaya alamnya. Kekayaan energi yang kita miliki seperti nikel juga harus ditujukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat bukan kepentingan oligarki," tegas Legislator dari dapil DKI Jakarta III meliputi Jakarta Barat, Utara dan Kepulauan Seribu itu.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
AMIN BANNER 01
advertisement
AMIN BANNER 02
advertisement
AMIN BANNER 03
advertisement
AMIN BANNER 04
advertisement
AMIN BANNER 06
advertisement
AMIN BANNER 08
advertisement