Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Minggu, 18 Agu 2019 - 21:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Penyerang Polsek Wonokromo Anggap Polisi Thogut dan Kafir

tscom_news_photo_1566138275.jpg
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, bahwa Imam Musthofa pelaku penyerangan Polsek Wonokromo mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri. Imam Musthofa disebut terpengaruh paham radikal dari kajian-kajian yang dilihatnya di internet.

"Tersangka ini yang sudah ditangkap ini dia mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri karena melihat online kemudian dari gadget internetnya mengikuti kajian-kajian," kata Tito di kediaman Oesman Sapta Odang, di Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Minggu (18/8/2019).

Tito menjelaskan akibat melihat kajian dari internet itu, Imam memiliki intepretasi mengenai jihad yang mengarah ke kekerasan. Menurut Tito, Imam kemudian melakukan penyerangan kepada aparat kepolisian karena dianggap sebagai thogut dan kafir.

"Dia datang untuk cari sasaran dan sasarannya polisi. Polisi dianggapnya thogut karena bagi mereka polisi itu selain thogut, dianggap kafir harbi sering melalukan penegakan hukum pada mereka. Sehingga bagi dia melakukan serangan ke polisi mendapat pahala," ucap Tito.

Tito mengatakan kini Imam telah dilumpuhkan. Tito mengatakn Imam masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Dia juga tertembak di tempat tapi tidak dibagian yang mematikan," sebut Tito.

Sebelumnya diberitakan, penyerangan terhadap Polsek Wonokromo yang dilakukan Imam Musthofa terjadi Sabtu (17/8) malam. Penyerangan itu mengakibatkan dua petugas kepolisian mengalami luka-luka. Imam Musthofa diduga terindikasi ISIS. Imam diketahui belajar sendiri mengenai ISIS secara otodidak.

"Ya (dari YouTube) dia belajar otodidak," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung kepada detikcom di Surabaya, Minggu (18/8/2019). (Alf)

tag: #polri  #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...
Berita

Andina Thresia Narang Dorong Pemuda Jadi Pencipta Inovasi Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Andina Thresia Narang mendorong pemuda menjadi pencipta inovasi digital. Ia menilai generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi secara ...