Berita
Oleh Bara Ilyasa pada hari Jumat, 22 Mei 2015 - 09:26:13 WIB
Bagikan Berita ini :

Sepertinya Peminat Pimpinan KPK Bakal Turun

49index.jpg
Presiden Jokowi membacakan Pansel KPK (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Gebrakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menunjuk sembilan perempuan untuk menjadi Panitia Seleksi (Pansel) KPK mendapat respon positif dari semua pihak. Hanya saja tampaknya gebrakan itu tak semeriah pada saat proses rekrutmen anggota komisioner KPK.

Mantan Anggota Pansel KPK Akhiar Salami memperkirakan, jumlah peminat yang akan mendaftar sebagai komisioner KPK akan turun. "Malah bisa jadi akan jauh berkurang banyak," katanya di Jakarta, Jumat (22/05/2015).

Menurutnya, penurunan jumlah peminat ini dikarenakan lembaga antirasuah itu sudah tercoreng beberapa kali terutama para pimpinan KPK banyak yang terjerat kasus hukum.

"Karena itu Pansel KPK harus bekerja keras dan pro aktif dalam menjaring calon komisioner KPK agar lembaga antirasuah masih punya taji di depan publik," katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Jhon Kenedy Azis mengiatkan agar dalam proses menjaring calon komisioner KPK tidak perlu terburu-buru. Harus berhati-hati.

"Perhatikan rekam jejaknya sedetil mungkin dan cari yang benar-benar bersih dari kasus hukum di masa lampau. Jangan sampai terulang lagi kejadian para pimpinan KPK yang terseret kasus hukum," katanya. (ai)

tag: #Pansel KPK  #DPR  #Srikandi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...