Oleh Alfin Pulungan pada hari Senin, 13 Apr 2020 - 15:20:26 WIB
Bagikan Berita ini :

Legislator Demokrat Minta Pembagian Alat Pendeteksi Covid-19 dari Swiss Tepat Sasaran

tscom_news_photo_1586764372.jpg
Anggota Komisi IV DPR Fraksi Demokrat, Bambang Purwanto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Pemerintah melalui Kementerian BUMN mendatangkan 20 alatpolymerase chain reaction(PCR) yang telah dibeli dari perusahaan farmasi asal Swiss, Roche, pada Rabu (8/4/2020) lalu. Alat ini dapat dengan cepat menentukan hasil seseorang positif atau tidak terkena virus corona (Covid-19) dibandingkan dengan Rapid Test. Selain kecepatan, PCR yang baru tiba di Indonesia pada Sabtu lalu juga dapat digunakan sampai 10.000 pengujian per hari.

Alat ini akan dibagikan ke beberapa Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Selatan hingga Papua.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 juga mendapat bantuan dari Korea Selatan. Bantuan diserahkan langsung Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Cang-Beom. Bantuan yang diberikan antara lain alat tes berupa PCR Kit. Dubes Korsel menyatakan bantuan ini diberikan karena kedekatan kedua Negara sebagai mitra yang strategis.

Sayangnya, pembagian alat tersebut tidak merata di seluruh Indonesia. Padahal Indonesia negara kepulauan. Oleh karena itu, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Bambang Purwanto meminta pembagian alat tersebut harus tepat sasaran.

Pasalnya, kata dia, masyarakat di luar Pulau Jawa, ketika ingin melakukan test Covid-19 yang akurat harus ke Pulau Jawa karena alat laboratorium lebih lengkap disana. Sementara untuk menuju ke Jawa pastinya menggunakan jalur penerbangan.


TEROPONG JUGA:

> Bagaimana Cara Membaca Rapid Test yang Benar

> Balita di Bogor Terinfeksi Covid-19

> Tempat Pendidikan Jadi Klaster Corona, Ridwan Kamil Minta Izin Kiai untuk Tes Para Santri dan Ustad


Namun, saat ini beberapa maskapai penerbangan sudah ada yang memberhentikan penerbangannya karena jumlah penumpang yang berkurang, meskipun pemerintah melarangnya. Kondisi seperti ini juga pasti sama untuk daerah Kepulauan yang lain. Dengan demikian ketika jalur penerbangan berhenti pasti akan mengalami kesulitan terkait penanganan covid 19 di Daerah.

"Kalau tidak tepat sasaran pembagian alatnya, terutama ke daerah-daerah kepulauan yang sudah masuk zona merah seperti Kalimantan, bermasalah juga ini. Itu mungkin yang tidak terpikirkan oleh pemerintah pusat," kata Bambang Purwanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/4/2020).

Anggota Komisi IV DPR ini mengapresiasi Pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Timur yang mendapat alat dari Swiss itu. Namun, katanya, jarak tempuh dari Kalteng menuju Kaltim menggunakan jalur darat, membutuhkan waktu satu setengah hari karena luas wilayah Kalteng itu tiga kali Pulau Jawa. Hal ini tentu tidak efektif dalam mempercepat penanganan Covid-19.

Sementara, tambah dia, Kalteng sudah masuk zona merah Covid-19 yang per hari ini sudah dua orang meninggal dunia. Sebab itu, ia menegaskan pembagian alat test dari Swiss itu harus tepat sasaran.

"Makanya daerah yang masuk zona merah luar Pulau Jawa, harus di kasih (alat PCR dari Swiss-red) biar cepat mengetahui yang kena (Covid-19). Sehingga lebih mudah untuk mengatasinya," tegas Bambang Purwanto menandaskan.

tag: #rapid-test  #corona  #komisi-iv-dpr  #bambang-purwanto  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Lainnya
Berita

TB Hasanuddin Mengecam Bentrokan Brimob dan Marinir di Sorong Papua

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 14 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengecam insiden bentrokan antara prajurit TNI dengan anggota polisi Brigade Mobil (Brimob) di Kota Sorong, Papua ...
Berita

TB Hasanuddin: Perubahan KKB Jadi OPM Lebih Realistis, Tapi Seluruh Lembaga Negara Harus Sepakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (p) TB Hasanuddin mengungkapkan  penyebutan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) memiliki ...