Berita
Oleh Aries Kelana pada hari Minggu, 03 Mei 2020 - 21:40:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Karena Banyak Masalah, RUU Omnibus Law Digugat ke PTUN

tscom_news_photo_1588516859.jpg
Arif Maulana (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Rancangan Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law tak lepas dari masalah. Meskipun DPR dan pemerintah sepakat untuk menunda pembahasan RUU kontroversial, bukan berarti masalahnya selesai.

Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi mengajukan gugatan terhadap Surat Presiden Joko Widodo terkait RUU tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara.

Mereka yang tergabung dalam tim tersebut terdiri dari: Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Koordinator Jaringan Advokasi Tambang Merah Johansyah Ismail, dan Perkumpulan Konsorsium Pembaruan Agraria.

Dalam jumpa pers yang digelar secara daring itu, Minggu (3/5/2020), salah satu kuasa hukum penggugat, Arif Maulana, mengatakan bahwa gugatan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat untuk memastikan demokrasi berjalan.

Arif mengungkapkan mengapa kliennya mengajutkan gugatan. Ia menilai pemerintah melakukan pelanggaran prosedur dalam penyusunan RUU Cipta Kerja sebelum diajukan ke DPR.

“Secara prosedur, pemerintah tidak terbuka serta tak melibatkan masyarakat saat menyusun draf RUU Cipta Kerja tersebut, mengabaikan prinsip yang diatur dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan,” ujar Arif.

Ia melihat ada 27 dari 54 putusan Mahkamah Konstitusi yang ditabrak dalam RUU tersebut.

Selain itu, meki judul RUU tadi RUU Cipta Kerja, pada faktanya tidak banyak melibatkan masyarakat. "Masyarakat yang terdampak RUU ini tidak didengar sama sekali, dilibatkan juga tidak. Pembentukan RUU ini sangat diskriminatif," kata Arif.

Di lain pihak suara pengusaha banyak didengar.

tag: #omnibus-law  #ylbhi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...