Berita
Oleh Givary Apriman pada hari Senin, 12 Okt 2020 - 09:02:13 WIB
Bagikan Berita ini :

SBY Dituding Tunggangi Aksi Demonstrasi, Demokrat : Orang Pengecut Pakai Cara Lama Dengan Memfitnah

tscom_news_photo_1602468112.jpg
Didi Irawadi Syamsuddin (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Demo besar-besaran kaum buruh, pelajar, dan mahasiswa pada 6-8 Oktober 2020 dituding didanai oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Atas tudingan tersebut, Politisi Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin pun bereaksi keras dan menilai tudingan terhadap mantan Ketum Partai Demokrat yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY sangat keji dan tidak bertanggung jawab.

Didi mengatakan kalau tuduhan itu sama saja melecehkan gerakan suci dan tulus dari kaum buruh, pelajar, mahasiswa, berbagai elemen masyarakat.

"Itu tuduhan yang keji seolah-olah semua bisa dibayar. Tentu fitnah yang dilakukan terhadap mantan ketum kami, setiap saat kami bisa melakukan upaya hukum terhadap fitnah yang sangat tidak bertanggung jawab tersebut," kata Didi dalam keteranganya, Minggu (11/10/2020).

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat tersebut pun meminta orang-orang yang menuduh SBY tersebut agar muncul langsung ke depan publik dan tidak hanya melalui para buzzer di media sosial.

"Ini orang-orang pengecut. Kalau nemang berani, tampil dong," ucapnya.

Didi juga mengingatkan untuk jangan sembarangan menuduh orang tanpa ada bukti kuat karena implikasi tersebut bisa ke ranah hukum.

"Hati-hati karena tuduhan yang mengandung fitnah ini sama saja pelanggaran hukum yang berat kalau tidak bisa dibuktikan," ujarnya.

"Saya kira yang menuduh ini sebaiknya tampil ke depan, gentleman, jangan jadi pengecut. Kalau menuduh itu tampil sekalian. Jangan dari kegelapan, dari jauh yang tidak jelas posisinya," sambungnya.

Didi menilai, aksi buruh, mahasiswa, dan pelajar yang meluas itu merupakan gerakan tulus dan bukan saja gerakan moral tetapi untuk masa depan mereka agar lebih baik.

Kalau pun ada oknum-oknum anarkistis dalam gerakan ini, dicurigai Didi karena ada penyusup-penyusup yang ingin menodai dan merusak gerakan suci tersebut.

Didi juga curiga kalau munculnya fitnahan terhadap SBY karena keputusan Partai Demokrat menolak penetapan UU Omnibus Law.

Padahal dasar penolakan Demokrat jelas, pengesahannya bukan di waktu yang tepat karena kurangnya partisipasi publik.

"Rupanya ada pihak-pihak yang tidak suka dengan sikap kami untuk membantu kaum buruh. Akhirnya mereka melakukan cara-cara fitnah dan pengecut. Karena tidak punya argumen yang baik serta benar akhirnya mereka menggunakan cara-cara lama yang menurut saya sangat receh dan memalukan," pungkasnya.

tag: #didi-irawadi-syamsuddin  #partai-demokrat  #susilo-bambang-yudhoyono-sby  #dpr  #buruh  #mahasiswa  #ruu-ciptaker  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Patrice Sebut Banyak Kader Partai Lain Ingin Gabung Hanura

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 02 Sep 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan, banyak kader partai lain mulai melirik Hanura. Namun, pihaknya belum mau ...
Berita

SEMMI Jakarta Raya Pertanyakan Dasar Putusan Hakim PA Jakpus, Kasus Apa?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) — Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor 85/Pdt.G/2025/PA.JP menjadi perhatian publik, khususnya terkait objek harta yang disebut berstatus Sertifikat Hak Milik ...