Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 08 Jun 2015 - 13:48:19 WIB
Bagikan Berita ini :

Menristek Bilang Penguna Ijazah Palsu Bisa Kena Pidana

10index.jpg
Ijasah palsu merebak di kalangan DPR (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan, para pemegang ijazah palsu akan terkena hukuman berupa sanksi pidana.

"Kita sudah serahkan pada polisi untuk di pidanakan," kata Nasir pada TeropongSenayan, di komplek parlemen, Senayan, Senin (8/6/2015).

Nasir mengakui saat ini Menristek sedang melakukan pendalam kasus ini ijazah palsu yang ada di PNS. "Kita bekukan dahulu, setelah itu kita akan cabut setelah dokumen lengkap," akuinya.

Lebih jauh ia melihat masalah ijazah palsu sangat merugikan bagi pemerintah. "Sangat riskan, kalau DPR sendiri kita serahkan pada internal, tergantung kode etik saja, kalau pegawai negeri bermasalah kalau dia mau mengejar doktor ini akan menjadi masalah jika di palsukan," ungkapnya.

Disinggung soal penggunaan gelar Doktor palsu oleh Rektor Universitas PGRI Kupang, Semuel Haning, Menteri Nasir mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan bentuk sanksi yang akan diterapkan.

“Untuk rektor PGRI, kami belum bisa memutuskan seperti apa untuk urusan hukumnya. Karena kami juga belum dapat informasi yang pasti soal siapa rektor definitifnya,” tandasnya. (ai)

tag: #Ijasah Palsu  #Komisi III  #DPR  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR Dorong Generasi Muda Perkuat Keamanan Digital

Oleh Sahlan Ake
pada hari Rabu, 12 Agu 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Cindy Monica Salsabila Setiawan mendorong generasi muda memperkuat kesadaran keamanan digital dengan membiasakan diri menyaring informasi. ...
Berita

Achmad Daeng Sere Dorong Ruang Digital Dibangun dengan Etika, Keamanan, dan Tanggung Jawab

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Achmad Daeng Sere menegaskan pembangunan ekosistem digital Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pemerataan infrastruktur dan konektivitas. ...