Berita
Oleh Ahmad Hatim Benarfa pada hari Minggu, 14 Jun 2015 - 12:32:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Harus Sahkan RPP Jaminan Pensiun Segera

19301086_anggota-komisi-ix-dpr-ri-amelia-anggraini_663_382.jpg
Anggota Komisi IX DPR RI, Amelia Anggraini (Sumber foto : ISTIMEWA)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi IX DPR RI, Amelia Anggraini mendesak agar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Pensiun harus segera disahkan. Soalnya pada 1 Juli 2015 nanti RPP itu akan diberlakukan.

"RPP Jaminan Pensiun harus segera disahkan oleh Presiden Jokowi," kata Amelia di Jakarta, Minggu (14/6/2015).

Meski demikian, tarik menarik soal iuran Jaminan Pensiun (JP) yang belum ada titik temu antara Kemenaker (dan DJSN), Kemenkeu, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kemenaker dan DJSN mengusulkan 8%, Kementerian Keuangan usul 3%, namun Apindo meminta 1.5%.

Amelia mengatakan, sebenarnya secara rasional besaran iuran JP 8% sudah cukup. Iuran awal 8% bisa memenuhi amanat Pasal 39 UU 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yaitu pekerja yang pensiun bisa memenuhi kebutuhan hidup layak. "Kalau iuran 3%, apalagi 1.5%, sangat jauh untuk memenuhi hidup layak buruh yang pensiun nanti," ujarnya.

Politisi NasDem ini mengatakan iuran Jaminan Pensiun yang akan dimulai 1 juli 2015 nanti tidak akan disubsidi APBN. Jadi hanya pengusaha dan pekerja yang mengangsur iuran tersebut. (ai)

tag: #Komisi II  #DPR  #Pensiun  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...