Berita
Oleh Bachtiar pada hari Sabtu, 04 Des 2021 - 21:54:31 WIB
Bagikan Berita ini :

Gunung Semeru Meletus, Anggota Komisi VII Ini Pertanyakan Kinerja Kementerian ESDM

tscom_news_photo_1638629671.jpg
Sartono Hutomo Politikus Partai Demokrat (Sumber foto : Net)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo menyesalkan, tidak adanya Early Warning System atau sistem peringatan dini saat meletusnya Gunung Semeru, di Lumajang, Jawa Timur.

Politikus Partai Demokrat ini mempertanyakan kinerja, mitra kerjanya Kementerian ESDM lantaran tidak adanya peringatan dini tersebut.

Diketahui, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Kementerian ESDM sedianya bertugas memberikan peringatan dini terkait dengan situasi gunung berapi.

"(Tidak adanya peringatan dini) ini sangat berbahaya," tegas Sartono, Sabtu, (4/12/2021).

Sartono mengatakan, seharusnya Kementerian ESDM di bawah pimpinan
Arifin Tasrif beserta jajaran dapat fokus bekerja sesuai dengan tugasnya yakni dengan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

"Harusnya dapat fokus. Jangan memikirkan yang lain," sindir Sartono.

Sartono memastikan, Komisi VII DPR akan segera memangil jajaran Kementerin ESDM terkait hal ini.

Menurut Sartono, hal ini penting untuk diselesaikan lantaran menyangkut keselamatan dan hidup orang banyak.

Diketahui, Gunung Semeru di Jawa Timur pada hari ini mengalami erupsi disertai panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal. Bahkan, guguran awan panas itu mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang.

Namun demikian, berdasarkan laporan aktivitas gunung api di laman resmi Magma Indonesia, tercatat tidak ada peringatan dini yang menyebutkan bahwa gunung tertinggi di pulau Jawa tersebut bakal erupsi.

Laporan terakhir yang masuk ke Magma Indonesia tercatat pada 3 dan 2 Desember 2021. Pada Jumat (3/12), laporan itu menyebutkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga hujan, angin lemah ke arah barat.

Tidak ada peringatan dini atas peristiwa yang berdampak pada warga di Lumajang, Jawa Timur itu juga menjadi sorotan dari warganet pada Sabtu malam ini. Bahkan, Kepala Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bambang Surya Putra mengakui hal itu.

Dikutip RRI Co.id, ia mengakui jika tidak ada peringatan dini atas peristiwa yang berdampak pada warga di Lumajang, Jawa Timur itu.

"Yang pertama, tentunya semua sumber daya dikerahkan ke Lumajang. Terkait kondisi itu, kebetulan itu mendadak sekali, kami tidak mendapat sama sekali peringatan, dan tidak juga mendapat informasi dari teman teman yang berwenang," kata Bambang.

tag: #gunung  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Lestari Moerdijat: Dorong Peningkatan Kemampuan Dosen

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Dorong pengembangan kemampuan dosen untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, dan memperkuat ...
Berita

Layani Nasabah pada Libur Lebaran, Bank DKI Terapkan Operasional Terbatas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sebagai bentuk layanan Bank DKI terhadap kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi perbankan, Bank DKI menerapkan operasional layanan terbatas pada momen cuti bersama ...