Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Kamis, 31 Mar 2022 - 13:40:46 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS Tolak Crowdfunding untuk IKN

tscom_news_photo_1648708846.jpg
Suryadi Politikus PKS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemerintah mengklaim dapat mengumpulkan dana untuk IKN melalui sumber dana lainnya yang berupa pendanaan kreatif (creative financing), seperti crowdfunding, dana filantropi, ataupun dana corporate social responsibility (CSR). Pemerintah juga menganggap crowdfunding merupakan mekanisme yang sah untuk memperoleh pendanaan IKN, dengan alasan memberikan kesempatan dan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan IKN.

Namun demikian masyarakat harus jeli, sebab pendanaan dari urun dana ternyata akan dialokasikan untuk jenis-jenis fasilitas umum dan fasilitas sosial tertentu dengan skala tertentu, seperti misalnya: taman anggrek hutan, rumah diaspora global, ataupun museum artifak hutan.

Politikus PKS Suryari JP menilai artinya crowdfunding yang dimaksud oleh Pemerintah adalah crowdfunding yang bersifat sosial, bukan komersial. Sehingga masyarakat jangan berharap mendapatkan imbal hasil dari crowdfunding ini.

"FPKS berpandangan hal ini tidak adil, sebab dana-dana yang dikumpulkan dari investor justru diarahkan ke pembangunan yang bersifat komersil seperti jalan tol sehingga mendapatkan imbal hasil, sedangkan crowdfunding masyarakat bersifat sosial. Jadi masyarakat diminta untuk membantu Pemerintah dan Investor dalam membangun IKN tanpa mendapatkan apa-apa," kata Suryadi kepada wartawan, Kamis (31/3/2022).

FPKS dengan tegas menolak ketidakadilan ini dan meminta Pemerintah untuk tetap mengupayakan segala kebutuhan pembangunan IKN baik yang bersifat komersil maupun sosial dengan menggunakan investor seperti yang telah dijanjikan.

"Itupun harus dengan imbal hasil yang wajar, jangan sampai negara dibebani dengan hutang yang menggunung akibat kebijakan pembangunan IKN yang tidak tepat ini," katanya.

tag: #pks  #ikn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI 2025 AHMAD NAJIB Q
advertisement
DOMPET DHUAFA RAMADHAN PALESTIN
advertisement
IDUL FITRI 2025 WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2025 HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2025 HERMAN KHAERON
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Sikap DPR soal Penghapusan SKCK Berarti Buat Rakyat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 03 Apr 2025
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Usulan penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang diusulkan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) mendapatkan respon positif dari DPR. Sikap yang ...
Berita

5 Tahun Tidak Bisa Pulang, Bu Atun Bersyukur Ada Program Mudik Gratis dari BUMN

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Setelah lima tahun menahan rindu untuk pulang ke kampung halaman keluarga di Tegal, Ibu Uswatun Hasanah, atau yang akrab disapa Ibu Atun, akhirnya bisa mewujudkan ...