
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo, meyakini keberadaan kilang raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto sangat strategis dan dapat menguntungkan negara.
Selaras itu, Sartono begitu ia disapa mendorong, adanya diversifikasi melalui evaluasi kinerja dan proyek yang terukur dari keberadaan kilang raksasa atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
“Kami mengapresiasi ini karena secara ekonomian, RDMP ini sangat strategis dan menguntungkan negara, akan tetapi harus diverifikasi melalui evaluasi kinerja proyek yang terukur. Perlu diketahui bahwa RDMP Balikpapan diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp60 triliun per tahun melalui peningkatan kapasitas kilang dan penurunan impor BBM,” kata Sartono kepada awak media di Jakarta, Selasa,(13/1/2026).
Lebih jauh, Sartono berharap, keberadaan kilang raksasa atau RDMP Balikpapan dapat diposisikan sebagai instrumen kebijakan hilir migas jangka menengah dan bukan proyek tunggal semata.
Keberhasilan operasional kilang raksasa atau RDMP Balikpapan, kata Sartono, dapat diperlakukan sebagai titik awal reformasi struktural sektor hilir migas dan bukan capaian yang hanya berdiri sendiri.
“Ada beberapa catatan diantaranya tanpa integrasi dengan kebijakan distribusi BBM, penguatan cadangan energi strategis, dan efisiensi rantai pasok, dampak RDMP terhadap ketahanan energi akan terbatas,” imbuh dia.
Tak hanya itu, Sartono berharap, pengalaman keterlambatan dan hambatan proyek juga harus menjadi referensi kebijakan untuk perbaikan desain dan pengawasan proyek kilang berikutnya.
“Dengan pendekatan kebijakan yang sistemik dan terkoordinasi, RDMP dapat berfungsi optimal sebagai pilar ketahanan energi dan stabilitas fiskal nasional,” jelas Sartono.
Dengan demikian, Sartono menegaskan, harapan terbesar hadirnya kilang raksasa atau RDMP Balikpapan sesuai dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto yakni mencapai kemandirian energi.
“Dengan partisipasi dan dukungan semua elemen proyek strategis ini membuka harapan baru terkait perekonomian nasional yang berkontribusi langsung terhadap kemakmuran serta kesejahteraan rakyat Indonesia,” tandas Sartono.