
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI Dapil Banten, Dr. KH. Jazuli Juwaini, MA, menjadi penceramah utama dalam rangka Milad ke-23 Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten yang dikemas dengan Istighosah dan Doa Bersama untuk Korban Bencana, bertempat di Aula Pendopo Gubernur Banten, Komplek KP3B, Rabu (28/1).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, Ketua Umum FSPP Provinsi Banten Dr. KH. Sholeh Rosyad beserta jajaran pengurus, serta para pimpinan pondok pesantren se-Provinsi Banten.
Dalam ceramahnya, Dr. KH. Jazuli Juwaini menegaskan bahwa ulama dan pesantren memiliki peran fundamental sebagai penjaga karakter, moral, dan cahaya peradaban Banten. Menurutnya, Banten dikenal sebagai provinsi ulama dan pesantren, sehingga keberadaan dan kehormatannya harus dijaga dalam kondisi apa pun.
“Banten adalah provinsi ulama dan pesantren. Karena itu, di mana pun dan kapan pun, ulama dan pesantren harus dihormati serta dijaga kelestariannya,” tegas Anggota DPR 5 Periode ini.
Namun demikian, Dr. KH. Jazuli juga mengingatkan bahwa ulama dan pesantren tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan umara atau pemerintah. Oleh sebab itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk mendukung pesantren dan menempatkan ulama pada posisi yang terhormat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai bentuk keberpihakan negara, Dr. KH. Jazuli menyampaikan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah melahirkan Undang-Undang Pesantren, yang menjadi dasar dukungan kebijakan dan anggaran bagi pesantren.
“UU Pesantren adalah bukti keberpihakan negara. Operasionalisasinya bukan hanya di pusat, tetapi juga harus diwujudkan melalui kebijakan dan anggaran pemerintah daerah. Karena itu, Pemda harus memberikan dukungan penuh kepada pesantren,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wakil Presiden Anggota Parlemen Muslim Dunia ini mengajak para ulama dan pesantren untuk terus memberikan nasihat kepada pemerintah, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, dan melek teknologi, agar pesantren mampu berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan nasional.
Sementara itu, kegiatan istighosah dan doa bersama yang digelar FSPP Banten juga menjadi wujud nyata peran ulama dan pesantren dalam merespons musibah bencana.
“Peran pesantren tidak berhenti pada doa, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata seperti donasi, pengiriman bantuan, dan pengerahan relawan untuk membantu para korban bencana,” tutup Dr. KH. Jazuli.
Milad ke-23 FSPP Banten ini menjadi momentum penguatan sinergi antara ulama, pesantren, dan pemerintah dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kemanusiaan di Provinsi Banten.