
JAKARTA (TERONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Swasembada Air di Era Digital: Mendorong Penggunaan Air yang Bijak dan Berkelanjutan” pada Selasa (3/3) mulai pukul 10.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Amelia menekankan bahwa isu ketersediaan dan pengelolaan air bersih menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi bersama di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin pesat.
Menurut Amelia, pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa berbagai inovasi digital, mulai dari sistem pemantauan kualitas air, pengelolaan distribusi air berbasis data, hingga edukasi publik melalui platform digital, dapat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air di masyarakat.
“Digitalisasi membuka peluang besar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan air secara bijak. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat mengoptimalkan pengawasan, perencanaan, serta distribusi air agar lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Amelia.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI sekaligus Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI, Amelia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga legislatif, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan air yang lebih baik.
Ia menilai bahwa literasi digital dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konservasi air dan penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Amelia juga menyoroti bahwa tantangan krisis air tidak hanya terjadi di tingkat global, tetapi juga mulai dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk memperkuat edukasi publik, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang.
Selain menghadirkan narasumber dari Komisi I DPR RI, webinar ini juga menghadirkan Dibyo Saputro, S.T., M.Sc., Kasubdit Perencanaan Program Anggaran Direktorat Air Minum, yang memaparkan strategi pemerintah dalam meningkatkan akses air bersih melalui perencanaan program berbasis data dan teknologi digital.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu pendekatan penting dalam mempercepat pencapaian target akses air minum yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Sementara itu, Nifa Rahma, Chairman Green Welfare Indonesia, membahas peran komunitas dan masyarakat sipil dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam berbagai gerakan lingkungan, termasuk kampanye penghematan air, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta penggunaan teknologi sederhana yang dapat membantu konservasi air di tingkat rumah tangga.
Acara yang dipandu oleh MC Aesha Najwa Alia dan dimoderatori oleh Ayu Amelia berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum yang tertarik pada isu literasi digital dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan dari Keysha N Dudes Band, yang memberikan suasana segar di sela-sela rangkaian diskusi.
Melalui kegiatan ini, Dirjen KPM Komdigi bersama Komisi I DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong literasi digital yang tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu strategis, termasuk pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman publik bahwa teknologi digital dapat menjadi alat penting dalam mendukung pengelolaan air yang lebih bijak, efisien, dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.