Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 30 Mar 2026 - 16:13:10 WIB
Bagikan Berita ini :

TNI Gugur di Misi UNIFIL, Pemerintah Harus Dorong Investigasi dan Perkuat Mitigasi Keamanan

tscom_news_photo_1774861990.jpg
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), akibat serangan Israel di wilayah Lebanon.

“Saya sangat menyayangkan tragedi tersebut dan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga prajurit. Almarhum gugur sebagai pahlawan bangsa saat menjalankan amanah konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar TB Hasanuddin, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, pemerintah Indonesia perlu merespons insiden ini secara serius dengan menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni investigasi dan mitigasi.

TB Hasanuddin mendorong adanya investigasi yang menyeluruh, transparan, dan independen. Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap RI di PBB diminta segera melayangkan desakan resmi kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretariat Jenderal PBB untuk mengusut tuntas insiden tersebut.

“Fokus investigasi harus memastikan apakah serangan tersebut merupakan dampak eskalasi konflik yang tidak disengaja atau justru merupakan pelanggaran hukum internasional berupa serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia perlu menegaskan bahwa penyerangan terhadap atribut dan personel PBB merupakan kejahatan perang yang harus ditindaklanjuti dengan akuntabilitas penuh dari pihak yang bertanggung jawab.

Selain itu, TB Hasanuddin juga menekankan pentingnya peran aktif Kementerian Luar Negeri dalam mengawal proses investigasi.

“Kemlu harus melakukan monitoring ketat terhadap setiap tahapan penyelidikan oleh UNIFIL, mulai dari pengumpulan bukti di lapangan, analisis data, hingga verifikasi kronologi kejadian. Kemlu juga harus memastikan hak-hak prajurit yang gugur maupun yang terluka terpenuhi, serta terus memberikan tekanan diplomatik agar proses investigasi berjalan tuntas,” jelasnya.

Kemudian, TB Hasanuddin juga meminta Mabes TNI segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan prosedur operasional bagi seluruh personel Kontingen Garuda di wilayah konflik (Sektor Timur dan Barat).

“Evaluasi harus mencakup peninjauan posisi pos pantau agar berada dalam zona yang lebih aman, peningkatan perlindungan fisik di pangkalan, serta pengetatan prosedur operasional standar saat terjadi kontak senjata di sekitar area tugas,” ujarnya.

Menurutnya, langkah mitigasi ini sangat penting untuk meminimalkan risiko di tengah situasi keamanan yang semakin volatil, tanpa mengurangi komitmen Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian dunia.

“Keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama, seiring dengan tetap tegaknya komitmen Indonesia sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia,” ucapnya.

Diketahui, seorang prajurit Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur dalam serangan Israel terhadap Lebanon.

Bukan hanya itu, beberapa prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

“Terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan,” kata Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Senin (30/3/2026).

tag: #tb-hasanuddin  #pdip  #tni  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement