Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 21 Apr 2026 - 17:52:51 WIB
Bagikan Berita ini :

Dave: Literasi Digital Kunci Lindungi Masyarakat dari Ancaman Judi Online

tscom_news_photo_1776768771.jpg
Dave Laksono Wakil Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Komisi I DPR RI menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Bijak Digital Tanpa Judi Online” pada Selasa (21/4) pukul 09.00 WIB di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat edukasi publik terkait bahaya judi online yang kian marak di ruang digital.

Dalam kegiatan ini, Dave Akhbarshah Fikarno hadir sebagai narasumber utama sekaligus memberikan penekanan kuat terhadap pentingnya perlindungan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ia menegaskan bahwa judi online merupakan salah satu bentuk kejahatan digital yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial secara luas.

“Fenomena judi online saat ini berkembang sangat cepat dan sering kali menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda. Ini menjadi tantangan serius yang harus kita hadapi bersama,” ujar Dave.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan maraknya judi online adalah rendahnya literasi digital di masyarakat. Banyak pengguna internet yang belum memiliki kemampuan untuk mengenali pola-pola manipulatif yang digunakan oleh platform ilegal untuk menarik perhatian dan menjebak korban.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave menekankan bahwa penguatan literasi digital harus menjadi prioritas nasional. Ia juga menyampaikan bahwa Komisi I DPR RI terus mendorong langkah-langkah strategis, termasuk penguatan regulasi, peningkatan pengawasan platform digital, serta kerja sama lintas sektor dalam memberantas praktik judi online.

“Pendekatan yang dilakukan tidak bisa hanya represif, tetapi juga harus edukatif. Masyarakat harus dibekali dengan pengetahuan agar mampu melindungi dirinya sendiri dari berbagai ancaman di ruang digital,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dave mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, institusi pendidikan, hingga komunitas digital untuk bersama-sama membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Turut hadir sebagai narasumber, Yulianto Widirahardjo, yang menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan di ruang digital. Ia menekankan bahwa praktik judi online bertentangan dengan nilai moral dan etika yang dijunjung dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Hendri Suwarsono menyampaikan bahwa edukasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun kesadaran masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan literasi digital agar dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Webinar yang dipandu oleh MC Alyvia Putri dan dimoderatori oleh Wirananda Goemilang ini berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Diskusi interaktif yang terjadi menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu judi online serta pentingnya menciptakan ruang digital yang aman.

Sebagai penutup, acara turut dimeriahkan dengan penampilan dari Happy Monday Band yang memberikan nuansa santai namun tetap edukatif bagi seluruh peserta.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi ancaman judi online.

Dengan literasi digital yang kuat dan kolaborasi yang solid, diharapkan Indonesia mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement