
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Ketahanan Pangan” pada Selasa (28/4) pukul 10.00 WIB di Studio Cikajang, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran publik bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global saat ini.
Hadir sebagai narasumber utama, Gavriel P. Novanto menegaskan bahwa isu ketahanan pangan tidak lagi semata berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi telah menjadi persoalan strategis nasional yang berkaitan erat dengan kemandirian bangsa, stabilitas sosial, dan daya tahan ekonomi.
Dalam paparannya, Gavriel menyampaikan bahwa tantangan ketahanan pangan saat ini semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, gangguan rantai pasok global, hingga fluktuasi harga bahan pokok. Karena itu, dibutuhkan langkah terpadu yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari kedaulatan bangsa. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan menjaga keterjangkauan pangan bagi rakyat,” ujar Gavriel.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung sektor pangan nasional, mulai dari modernisasi pertanian, distribusi berbasis data, pemasaran digital produk lokal, hingga peningkatan akses informasi bagi petani dan pelaku usaha pangan.
Menurutnya, transformasi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperkuat ekosistem pangan nasional agar lebih tangguh menghadapi tantangan global.
“Teknologi digital harus hadir membantu petani, nelayan, pelaku UMKM pangan, serta memperpendek rantai distribusi. Dengan begitu, masyarakat mendapatkan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau,” tegasnya.
Sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel juga mendorong penguatan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan platform digital secara produktif, termasuk dalam mendukung ekonomi pangan lokal dan promosi produk dalam negeri.
Turut hadir sebagai narasumber, Wildan Hakim, yang menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap isu ketahanan pangan. Ia menilai edukasi yang tepat dapat mendorong perubahan perilaku konsumsi dan dukungan terhadap produk pangan lokal.
Sementara itu, Narila Mutia Nasir menekankan bahwa ketahanan pangan juga berkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, akses terhadap pangan bergizi dan aman merupakan elemen penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.
Kegiatan yang dipandu oleh MC Alyvia Indria Putri dan dimoderatori oleh Aher Budiantoro ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, tenaga pendidik, komunitas, dan masyarakat umum.
Diskusi berkembang pada pentingnya kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan terhadap produksi pangan nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan bangsa.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan dari DG Band, yang menambah suasana hangat dan semangat kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya ketahanan pangan sebagai isu strategis nasional. Dengan dukungan teknologi digital, kolaborasi yang kuat, dan kesadaran bersama, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.