Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Sabtu, 04 Jul 2026 - 14:39:10 WIB
Bagikan Berita ini :

Pemprov DKI Perkuat Digitalisasi Transaksi, QRIS Jakarta Capai 38 Persen Nasional

tscom_news_photo_1783150750.jpg
Bank Jakarta (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran melalui perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan kontribusi transaksi QRIS Jakarta yang kini mencapai sekitar 38 persen dari total transaksi QRIS nasional.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong digitalisasi transaksi di berbagai sektor, termasuk pasar rakyat.

"Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional. Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta," ujar Pramono saat membuka Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Pramono, seluruh 153 pasar yang dikelola Pemprov DKI Jakarta kini telah menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS. Selain itu, sekitar 422.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta juga telah memanfaatkan transaksi digital dalam menjalankan usahanya.

Ia berharap pemanfaatan QRIS terus meningkat seiring berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk melalui kompetisi digitalisasi pasar yang akan kembali digelar.

"Saya sudah meminta kepada Dinas UMKM untuk melanjutkan lomba menggunakan digitalisasi yang ada di pasar-pasar di Jakarta. Saya yakin dengan dilombakan pasarnya, dilombakan banknya, pasti transaksinya akan menjadi lebih besar," katanya.

BI Perluas Ekosistem Pembayaran Digital

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan perluasan penggunaan QRIS menjadi salah satu program utama yang dihadirkan dalam Jakarta Kreatif Festival 2026.

Melalui program QRIS Jelajah Indonesia, BI DKI Jakarta terus memperluas adopsi pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di ibu kota.

Selain itu, BI juga menjalankan Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui aktivasi wakaf, serta program keberlanjutan melalui gerakan pilah sampah.

"Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," ujar Iwan.

Iwan menambahkan, sinergi antara Bank Indonesia, Pemprov DKI Jakarta, OJK, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, hingga komunitas menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi Jakarta.

Menurut dia, Jakarta Kreatif Festival tidak hanya menjadi ajang promosi ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi sarana mempercepat digitalisasi transaksi, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan daya saing ibu kota.

"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta," kata Iwan.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Putusan MK Soal Sisa Kuota Internet, Wakil Ketua Komisi I: Berikan Perlindungan Lebih Kuat Kepada Hak Konsumen

Oleh Fath
pada hari Minggu, 26 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan agar kuota internet yang sudah dibeli bisa dipakai ...
Berita

Pekerja Migran Indonesia Jadi Korban TPPO, Dijanjikan Kerja di Turki Berujung ke Libya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Polda Metro Jaya mengungkap dugaan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dengan modus pemberangkatan calon pekerja migran Indonesia secara nonprocedural. Para korban ...