
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebayoran Baru terus memperluas edukasi dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan kepada berbagai kelompok pekerja dan calon pekerja. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada dokter koas dan mahasiswa magang di Rumah Sakit UIN Jakarta.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi mereka yang mulai terlibat secara langsung dalam aktivitas kerja, pelayanan, maupun kegiatan magang di lingkungan rumah sakit. Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan dari berbagai risiko yang dapat terjadi selama menjalankan aktivitas, termasuk risiko kecelakaan kerja.
Peserta juga diperkenalkan dengan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan serta pentingnya mempersiapkan perlindungan sejak dini sebelum memasuki dunia kerja secara penuh.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebayoran Baru, Rafik Ahmad, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan perlu dibangun sejak seseorang mulai memasuki lingkungan kerja, termasuk bagi dokter koas dan mahasiswa yang menjalani program magang.
“Dokter koas dan mahasiswa magang merupakan bagian dari generasi penerus dunia kerja. Mereka tidak hanya membutuhkan pengalaman dan kompetensi, tetapi juga perlu memahami pentingnya perlindungan ketika menjalankan aktivitas di lingkungan kerja. Risiko dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, sehingga kesadaran mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan perlu dibangun sejak dini,” ujar Rafik Ahmad.
Menurut Rafik, lingkungan rumah sakit memiliki dinamika pekerjaan yang membutuhkan perhatian terhadap aspek keselamatan dan perlindungan. Aktivitas dokter koas dan mahasiswa magang yang bersinggungan langsung dengan lingkungan pelayanan kesehatan membuat edukasi mengenai perlindungan kerja menjadi semakin relevan.
“Kami ingin membangun mindset bahwa perlindungan bukan sesuatu yang baru dipikirkan ketika sudah terjadi risiko. Justru perlindungan harus dipersiapkan sebelum risiko itu terjadi. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat memasuki dunia kerja dengan lebih siap, aman, dan terlindungi,” tambah Rafik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong terciptanya ekosistem pendidikan dan dunia kerja yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya jaminan sosial. Perlindungan bagi peserta didik yang menjalani praktik kerja, magang, maupun kegiatan pembelajaran di lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman kerja yang aman dan bertanggung jawab.
Bagi dokter koas dan mahasiswa magang, pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi bekal ketika mereka memasuki dunia kerja dan menjalani profesi di masa mendatang.
Rafik menegaskan bahwa perluasan cakupan perlindungan jaminan sosial merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, institusi pendidikan, rumah sakit, perusahaan, serta seluruh ekosistem ketenagakerjaan.
“Kami berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya sadar jaminan sosial di kalangan generasi muda. Mereka adalah calon tenaga profesional yang nantinya akan berkontribusi bagi masyarakat. Karena itu, sejak awal mereka perlu memahami bahwa bekerja dan berkarya harus berjalan beriringan dengan perlindungan,” tutup Rafik Ahmad.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Kebayoran Baru berkomitmen untuk terus hadir memberikan edukasi sekaligus memperluas akses perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk mereka yang sedang berada pada tahap awal perjalanan menuju dunia profesional.
Kenali risikonya. Pahami perlindungannya. Siapkan masa depan sejak dini bersama BPJS Ketenagakerjaan.