Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 11 Okt 2026 - 00:17:34 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Ajak Masyarakat Diminta Saring Informasi Sebelum Berbagi di Ruang Digital

tscom_news_photo_1791652654.jpg
Gavriel Novanto (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Gavriel Putranto Novanto mengajak masyarakat membangun kebiasaan menyaring informasi sebelum membagikannya di ruang digital. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta menjaga etika komunikasi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Merajut Nusantara BAKTI Komdigi RI bertema “Saring Sebelum Sharing: Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Beretika”. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara kritis, aman, dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

Gavriel menjelaskan perkembangan digital memberikan banyak manfaat sekaligus menghadirkan berbagai tantangan baru.
Masyarakat perlu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan konten melalui platform digital.

Ia menekankan informasi viral belum tentu benar sehingga diperlukan kebiasaan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Satu informasi tanpa pemeriksaan dapat berdampak pada reputasi, konflik sosial, hingga konsekuensi hukum.

Gavriel juga mendorong masyarakat memahami empat pilar literasi digital yakni keterampilan, etika, budaya, dan keamanan digital. Keempat pilar tersebut menjadi dasar dalam menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Ia mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Masyarakat diminta berhati-hati membagikan informasi sensitif seperti NIK, rekening, alamat, dan lokasi pribadi.

Staf Khusus Bidang Kepemudaan dan Startup Komdigi Fadhilah Mathar menjelaskan pentingnya pemerataan infrastruktur digital Indonesia.
Pembangunan konektivitas melalui akses internet, BTS, SATRIA, dan Palapa Ring mendukung produktivitas masyarakat.

Fadhilah menyampaikan pemerataan layanan digital juga dilakukan di Nusa Tenggara Timur melalui berbagai fasilitas konektivitas. Upaya tersebut diharapkan memperkuat ekonomi digital serta mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Akademisi Fredrikus Royanto Bau menyoroti pentingnya etika masyarakat dalam beraktivitas pada ruang digital. Menurutnya, pengguna internet harus memastikan informasi akurat, menghormati privasi, dan menghindari konten bermuatan negatif.

Ia mengingatkan masyarakat bukan hanya penerima informasi, tetapi juga pembuat dan penyebar konten digital. Karena itu, prinsip berpikir kritis perlu diterapkan sebelum mengunggah maupun membagikan informasi.

Melalui Sosialisasi Merajut Nusantara, masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang digital sehat dan beretika. Prinsip “Saring Sebelum Sharing” menjadi panduan agar teknologi memberikan manfaat positif bagi kehidupan masyarakat.

tag: #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement