Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Senin, 13 Jul 2015 - 14:10:16 WIB
Bagikan Berita ini :

DPR Setuju Pemerintah Ajukan Utang Luar Negeri

30GedungDPR-indra.JPG
Gedung DPR (Sumber foto : Indra Kusuma/ TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - DPR dan pemerintah saat ini tengah membahas permintaan pengajuan utang luar negeri di Badan Anggaran (Banggar).

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berharap, utang luar negeri Indonesia bisa dipergunakan sesuai kebutuhan dalam konsep Nawacita pembangunan pemerintah, sehingga berjalan maksimal.

"Utang luar negeri dalam pembahasan, di Banggar belum final. Kita hadapi secara kontekstual jangan jadi beban ekonomi. hutang luar negeri harus disesuaikan dengan konsep Nawacita yang dibutuhkan," kata Taufik di gedung Parlemen, Senayan, Senin (13/7/2015).

Selain itu, Taufik mengingatkan saat akan melakukan pinjaman dana dari luar negeri, pemerintah harus memperhatikan daya pengembalian pinjaman tersebut.

"Saya setuju pinjaman luar negeri. Ini untuk produktivitas. Tapi, harus diperhitungkan dengan daya aspek pengembalian pinjaman," ujar Taufik.

Pemerintah diketahui akan mengajukan pinjaman luar negeri dari China sebesar Rp 647 triliun. Utang Indonesia sendiri periode Januari 2010 hingga Mei 2015 menembus angka Rp 2.845,25 triliun.(yn)

tag: #utang indonesia  #dpr  #tiongkok  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...