Berita
Oleh Alfian Risfil Auton pada hari Selasa, 21 Jul 2015 - 10:11:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Kemendagri Cek Ulang Perda yang Diskriminatif

19TjahjoKumolo.jpg
Tjahjo Kumolo (Sumber foto : Indra Kusuma/TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengecek kembali sejumlah peraturan daerah (perda) yang cenderung diskriminatif.

Adanya dugaan perda tentang tata cara beribadah yang melarang penggunaan alat pengeras suara saat ibadah berlangsung di Tolikara, Papua, juga tak luput dari pantauan Kemdagri.

"Perda-perda akan kami cek ulang," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Senin (20/7/2015).

Dia menegaskan, sejak dirinya menjabat sebagai mendagri, tidak pernah ada perda di Tolikara yang mengatur tata cara beribadah.

Dalam beberapa kesempatan, Tjahjo pernah menyatakan pihaknya bakal membatalkan sebuah perda jika diketahui bertentangan dengan Pancasila.

"Saya sudah mengembalikan 139 perda. Perda yang isinya tidak melihat negara ini adalah negara sebagai negara majemuk," tegasnya.

Dia menjelaskan, pembatalkan perda dilakukan apabila terdapat pasal-pasal yang diskriminatif. Dia berharap pembatalan itu membuat pemerintah daerah (pemda) lebih teliti menyusun perda.

"Perda yang baik tentu akan tingkatkan pembangunan. Kerukunan juga tercipta sehingga tidak terjadi konflik,” jelas mantan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.(yn)

tag: #kemendagri  #perda  #insiden tolikara  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 12 Okt 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program penyederhanaan (streamlining) entitas anak usaha di lingkungan TelkomGroup. ...
Berita

Doli Kurnia Siap Ungkap Fakta di Balik Polemik Pasal Cawapres 2024

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengaku memiliki dokumen dan rekaman video terkait polemik dugaan penyelundupan Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan ...