Berita
Oleh Sahlan Ake pada hari Jumat, 14 Agu 2015 - 09:30:43 WIB
Bagikan Berita ini :

PDIP 'Keukeuh' Desak Pemerintah Keluarkan Perppu Pilkada

94PilkadaSerentak.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi PDIP Arif Wibowo mendesak pemerintah untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) terkait Pilkada serentak.

"Kita masih menunggu daerah-daerah yang diklarifikasi yang hanya mempuyai satu calon. Maka itu jika satu daerah yang hanya mempuyai satu calon kita mendesak pemerintah untuk mengeluarkan Perppu Pilkada," kata Arif di kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2015).

Menurutnya, Perppu untuk kepentingan yang sangat mendesak. "Saya merasa aneh jika pemerintah tidak mengeluarkan Perppu," ucapnya.

Arif mengungkapkan, jika suatu daerah dilakukan pelaksana tugas (Plt), maka ini akan menjadi masalah besar untuk pembangunan di daerah tersebut.

"Masalahnya pada kewenangan jika diberikan ke Plt, maka akan terbatas kewenangannya ini akan mengganggu pembagunan di daerah," ucapnya.

Diketahui, Presiden Joko Widodo sudah resmi menolak keluarnya perppu pengaturan calon tunggal untuk 7 daerah yang belum mendaftar pilkada serentak. Sehingga opsi lain yang diminta KPU adalah dengan meminta rekomendasi Bawaslu.(yn)

tag: #perppu pilkada  #calon tunggal  #pdip  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Komisi I DPR RI Tegaskan PP TUNAS sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Kamis, 23 Jul 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia bekerja sama dengan Komisi I DPR RI kembali menggelar ...
Berita

Nurul Arifin: Penguatan Ideologi Pancasila Menjadi Kunci Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI kembali menggelar Webinar Literasi ...