JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Partai Gerindra menegaskan, bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gagal meniru Jokowi saat merebut simpati massa pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Kendati unggul dalam beberapa survei, suara Ahok bakal anjlok pada Pilkada 2017 karena gagal meraih simpati masyarakat.
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyouno memperkirakan pada pilkada tahun depan suara Ahok akan jatuh karena tak mampu merbut simpati masyarakat. Ketidakmampuan itu dipicu oleh sikap arogannya.
Pasalnya, lanjut Arief, di atas kertas Ahok bukanlah Joko Widodo (Jokowi) yang mampu mengatasi persoalan Jakarta dengan cara-cara yang manusiawi dan beradab. Padahal, yang dibutuhkan masyarakat Jakarta saat ini adalah sosok pemimpin yang santun dan manusiawi dalam menghadapi segala persoalan.
"Tidak mungkin bisa lagi elektabilitas Ahok akan tinggi. Pilgub lalu itu masyarakat pilih Joko Widodo, bukan Ahok," kata Arief saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Terlebih, ujar Arief, saat ini masyarakat Jakarta sudah cerdas menilai sosok Ahok pascakasus dugaan penistaan agama. Menurutnya, hampir seluruh masyarakat Jakarta dari berbagai unsur agama mengecam tindakan tersebut.
"Ahok itu sebagai pemimpin ya harusnya membawa kesejukan, jangan membuat kekacauan," tegasnya. (plt)